DALYANA'S BLOG
My Life My Imagination My Opinion

Rabu, 15 Desember 2010

“MEWASDAI BENCANA KOLEKTIF” Oleh: Dalyana, S.Pd., M.Pd.

Pembukaan

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumullah
Krisis di berbagai bidang kehidupan yang melanda negeri ini, nampaknya belum menunjukkan adanya tanda – tanda akan mereda. Bahkan semakin hari, yang namanya tindak kedzoliman, kemaksiatan, kekerasan, kebebasan seksual, perjudian dan kebejatan moral di kalangan remaja dan orang tua, di kalangan pejabat dan rakyat biasa, semakin tambah berani dan menjadi – jadi.
Coba kita perhatikan, berbagai acara iklan dan hiburan, nyanyian dan tarian di berbagai stasiun TV, selalu disertai tarian – tarian, dansa – dansi dan gerakan – gerakan dan pakaian yang seksi, merangsang nan menantang nafsu birahi para pemirsanya. Tampilan cover berbagai tabloid dan majalah demikian pula, selalu saja menampilkan gambar para salebritis dan foto model, yang semakin porno, jorok dan mencolok. Tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme semakin hari semakin merambah ke mana – mana. Belum lagi peredaran vcd dan vidio porno melalui pasaran maupun internet, serta peredaran miras dan narkoba, semakin meraja lela nyaris tanpa kendali, untuk menggempur dan merusak generasi muda penerus dan pewaris perjuangan bangsa, negara dan agama.
Sungguh amat jelas dan tak dapat diragukan lagi, bahwa Kapal, yang kini sedang dinaiki oleh jutaan anak bangsa Indonesia ini, cepat atau lambat sedang menuju ke jalur berbahaya, yang penuh bencana dan mala petaka, bahkan mungkin akan tenggelam bersama para penumpangnya di laut lepas. Apa bila tidak segera diselamatkan.
Karena, mereka para pelaku kedholiman dan kemaksiatan itu oleh Rosulullah SAW diibaratkan sebagai para penumpang kapal di deg bagian bawah yang sedang melubangi lambung kapal agar mereka mudah mendapatkan air. Nah kalau orang yang melihatnya membiarkan tindakan mereka, tentu air sedikit demi sedikit akan masuk ke dalam kapal dan akhirnya kapal akan tenggelam bersama seluruh penumpangnya (Al – Hadits).
Masalahnya adalah, (1) mungkinkah Kapal Indonesia ini masih bisa diselamatkan? Nah kalau masih bisa, (2) siapakah yang bertanggung jawab untuk menyelamatkannya? Dan (3) bagaimanakah cara menyelamatkannya?

Isi Khutbah

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumullah
Kenyataan di atas telah diperingatkan oleh Alloh SWT melalui firman – Nya dalam QS. Al – Anfal (8): 25, sebagaimana yang saya bacakan di awal khutbah tadi, yakni sbb:
“Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumullah

 Firman Alloh tersebut, merupakan sinyal atau peringatan yang harus kita waspadai,
Oleh karenanya, untuk menyelamatkan masyarakat dan bangsa Indonesia dari kehancuran, sebagaimana yang diibaratkan oleh Rosululloh SAW di atas, hendaklah semua kita, terutama bagi para penguasa, para pemimpin, para elit, para ulama, para kyai, para ustadz, para guru dan para orang tua, tidak boleh tinggal diam atau bersikap acuh tak acuh, apa lagi menjegal dari belakang.
Semua kita, sesuai dengan kedudukan dan kemampuan kita masing – masing, wajib berpartisi aktif, bahu membahu untuk meningkatkan kegiatan dakwah, amar makruf nahi munkar di berbagai tempat dan kesempatan. Semua kita wajib saling menasehati dan mengingatkan agar sesera ditutup rapa – rapat, segala pintu yang akan menimbulkan tindak kedzoliman dan kemaksiatan. Sebaliknya harus dibuka lebar – lebar segala pintu, yang akan menimbulkan tindak kebajikan, serta mengingatkan akan bahaya yang ditimbulkan akibat meraja lelanya tindak kedholiman dan kemaksiatan.
Sebagaimana ditegaskan oleh Alloh SWT melalui firman – Nya dalam QS. Ali – Imran (3): 104:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung”      

Penutup

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumullah
Dari uraian di atas, jelaslah bagi kita, bahwa maraknya berbagai tindak kemunkaran dan kemaksiatan yang kini melanda masyarakat dan bangsa kita, jika tidak segera diatasi, maka cepat atau lambat akan berakibat hancur leburnya masyarakat dan bangsa kita ini. Mereka para pelaku kemaksiatan dan kedzoliman itu, ibarat orang – orang yang sedang melubangi dek kapal yang kita tumpangi.
Nah untuk mencegah terjadinya hal tersebut (tenggelamnya kapal), maka semua kita, sesuai dengan posisi/ kedudukan dan kemampuan kita masing – masing, punya kewajiban untuk (menceghnya), dengan melakukan dan menghidup suburkan kegiatan dakwah, amar makruf nahi munkar.
Mudah – mudahan, dengan semakin semaraknya kegiatan dakwah, amar makruf nahi munkar di berbagai tempat dan kesempatan, masyarakat dan bangsa kita akan terhindar dari berbagai bencana kolektif yang akan menimpa semua orang, sebagaimana yang pernah dialami oleh kaum Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Shalih, Bani Israil, Nabi Musa dan lain – lain, Aamien yaa Robbal ‘Aalamien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar