DALYANA'S BLOG
My Life My Imagination My Opinion

Rabu, 15 Desember 2010

KHUTBAH JUMAT “MELURUSKAN PEMAHAMAN UMAT TENTANG LAILATUL QODAR” Oleh: Dalyana, S.Pd., M.Pd.

A. Pendahuluan:
Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Puji dan syukur, marilah kita panjatkan ke hadirat Alloh SWT, yang telah melimpahkan berbagai nikmat, taufiq dan hidayah kepada kita sekalian, sehingga saat ini kita masih dapat beribadah di bulab yang pebuh berkah, penuh ampunan dan penuh peklipat gandaan pahala, yakni di bulan Romadlon tahun 1429 H ini. Sholawat dan salam, semoga tercurah ke haribaan Nabi Muhammad SAW, ahli keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mau mengikuti petunjuk beliau, hingga akhir jaman kelak.

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Sebagaimana kita maklum, bahwa mula pertama kali Ayat Al-Quran diturunkan adalah pada malam bulan Romadlon, yangi, menurut sebagian besar Ulama, tepatnya adalah pada malam tgl 17 Romadlon, yang diperingati sebagai hari Nuzulul Quran (Turunnya Al – Quran).
Sebagaimana Alloh berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 185.
“(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”

Kita juga maklum, bahwa malam turunnya Ayat Al – Quran itu, disebut oleh Alloh dengan Lailatul Qodar atau Malam Kemulyaan/ Keutamaan, Sebagaimana firmannya dalam QS. Al-Qodar: 1.

“ Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan “

Masalahnya adalah:
1. Apa sebenarnya Lailatul Qodr (malam kemulyaan) itu?
2. Mengapa/ apa tujuan Alloh mengadakan Lailatul Qodr itu?.
3. Siapa sajakah yang dapat memperoleh Lailatul Qodr itu?
4. Adakah tanda – tanda khusus/ keanehan-keanehan bagi orang yang mendapatkan Lailatul Qodr itu?
5. Kapan tepatnya Lailatul Qodr itu?
6. Bagaimanakah cara mendapatkan Lailatul Qodr itu?
7. Apakah yang mesti banyak kita baca ketika kita menanti datangya Lailatul Qodr itu?
Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Hal ini perlu kami sampaikan, mengingat bahwa sampai saat ini masih terdapat kesalahan di kalangan kita umat Islam dalam memahami Lailatul Qodr ini.

Sebagian kita umat Islam, banyak yang beranggapan bahwa Lailatul Qodr itu turun berupa wahyu atau ilham, dalam bentuk cahaya yang terang benderang, kemudian menghampiri seseorang, baik orang alim atau orang biasa, bahkan orang yang tidak pernah mengaji atau ke langgar atau ke masjid, sekalipun. Kemudian cahaya tadi berubah menjadi seseorang yang berpakaian serba putih, lalu memberikan nasehat – nasehat tertentu kepada orang tersebut, untuk dilakukan atau untuk dijauhi. Setelah itu, orang tersebut menceriterakan/ mengaku atau diakui oleh orang – orang atau masyarakat bahwa dia telah mendapatkan lailatul qodr. Setelah khabar itu tersiar ke mana – mana, maka ramailah orang berduyun – duyun dari berbagai penjuru kampung atau daerah mendatanginya, dengan berbagai maksud tertentu. Ada yang minta berkah, ada yang minta air, ada yang minta didoakan, ada yang minta diobati agar sembuh dari penyakit yang diderita atau bahkan ada yang minta diramal nasibnya, minta cepat dapat jodoh, atau bahkan minta nomor buntut, Na’udzubillahi mindzalika.
Bahkan ada yang bilang, bahwa lailatul qodr itu turunnya berpindah – pindah. Mungkin beberapa tahun lalu di Kalsel, kemudian tahun berikutnya di Kaltim, tahun berikutnya lagi di Jawa dan seterusnya. Lantas jika telah ada orang mengaku atau diakui bahwa ia mendapatkan lailatul qodr, maka masyarakat lain pupuslah harapan untuk mendapatkannya saat itu, dan berharap akan memperolehnya tahun – tahun berikutnya, jika masih diberi umur panjang.

B. Isi Khutbah
Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Betulkah pendapat seperti itu? Mari kita perhatikan firman Alloh dalam QS. Al – Qodr: 1 – 5, dan beberapa penafsiran para Ulama Ahli Tafsir serta  beberapa Hadits dan Riwayat yang  berkaitan dengan masalah Lailatul Qodr ini.

Mengenai Apakah Lailatul Qodr ini Alloh berfirman dalam QS. Al – Qodr: 2 – 5:
2.  Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
3.  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4.  Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5.  Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Dari ayat di atas, nyatalah bahwa Lailatul Qodr itu adalah suatu malam yang lebih bagus dari 1000 bulan (1000/ 12 = 83 tahun 4 bulan). Maksudnya, menurut penafsiran para Ulama Ahli Tafsir, bahwa pada malam itu, nilai ibadah seseorang, seperti Ibadah Sholat Wajib, Sholat Tarwih dan Witir, Infaq/ sedekah, Tadarus atau mengaji Al – Quran, Mendengarkan Ceramah agama, I’tikaf (berdiam diri sambil berdzikir) di Masjid dan amal – amal ibadah lainnya, baik itu diklakukan oleh orang Alim atau Awam, laki – laki atau perempuan, suku Arab atau bukan), maka nilai pahalanya dilipatgandakan sebagaimana ia beribadah selama 1000 bula (83 tahun 4 bulan, bahkan lebih dari itu).

Dari keterangan itu, nyatalah bahwa yang akan mendapatkan lailatul qodr itu amatlah sangat banyak, tidak hanya satu atau dua orang tertentu. Tetapi semua kita bisa mendapatkannya, asalkan pada malam yang bertepatan dengan Lailatul Qodr itu kita beribadah semata – mata ikhlash karena Alloh, bukan karena ada maksud – maksud lainnya. Dan tidak ada tanda – tanda khusus atau aneh – aneh bagi orang yang mendapatkannya, bahkan seseorang baru akan tahu apakah ia dapat lailatul qodr atau tidak, nanti diakhirat setelah kita ditunjukkan pahala amal – amal ibadah yang kita lakukan didunia. Yang ada hanyalah tanda – tanda bahwa malam itu malam lailatul qodr, antara lain Suasana malam itu sangat hening, tidah panas tidak pula dingin dll. Sebagaimana diterangkan beberapa hadits Nabi


Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Lantas, kenapa atau apa maksudnya Alloh mengadakan Lailatul Qodr itu? Berdasarkan sebagian riwayat yang menceriterakan sababun nuzul (sebab turunnya) QS – Al Qodr : 1 – 5 ini, disebutkan bahwa, suatu ketika Nabi Muhammad SAW sedang memberi pelajaran kepada para shohabat, yang menyinggung – nyinggung bahwa umat – umat dahulu itu umurnya panjang – panjang, seperti dikisahkan dalam Quran tentang Ash-habul Kahfi, yakni 3 orang pemuda yang dselamatkan oleh Alloh dari berbagai pengaruh kerusakan moral masyarakat saai itu, Alloh menidurkan mereka di dalam gua selama 300 tahun, ini berarti umur mereka yentu lebih dari 300 tahun. Sedangkan umat Muhammad, termasuk para Shahabat dan kita – kita ini, rata – rata umurnya hanya 50 – 60 tahun. Maka ketika  itu para Shahabat setengahnya protes, dengan menyatakan: “ Ya, Rosul..., berarti kami – kami umat Islam ini dirugikan kalau begitu? Jawab Nabi, lho rugi gimana? Sebab umur kami kan pendek – pendek, berarti kami akan kalah dalam mengumpulkan pahala di sisi Alloh, jika dibanding umat – umat dahulu yang umurnya panjang – panjang. Lantas, Nabi sejenak berpikir, wah betul juga itu. Tapi mau bilang apa, wong wahyu/ jawaban dari Alloh belum ada. Maka segeralah Alloh mengutus Malaikat Jibril, untuk menurunkan QS. Al – Qodr : 1 – 5 ini, sehingga puaslah Nabi dan para sahabat ketika itu, dan juga umat Islam sesudahnya.

Kenapa demikian?, karena meskipun umur kita umat Islam ini pendek – pendek, bisa tidak kalah dalam pengumpulan pahala dibandingkan umat – uamt dahulu yang umurnya panjang – panjang, sebab dalam setahun ada satu bulan romadlon yang nilai pahala kebajikan dilipat gandakan 10 kali, Dan dalam sebulan Romadlon itu, ada satu malam, yang nilai pahala kebajikan dilipatgandakan sebagaimana pahala beribadah 100 bulan atau 83 tahun 4 bulan, asalkan kita mau beribadah sungguh – sungguh pada malam itu.

Jadi berdasarkan keterangan di atas, nyatalah bahwa adanya Lailatul Qodr ini, dimaksudkan oleh Alloh agar kita umat Islam yang umurnya pendek – pendek ini, tidak kalah dalam pengumpulan pahala dibandingkan dengan umat – umat dahulu, yang umurnya panjang – panjang.  
Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!

Terus pertanyaan kita adalah, kapan adanya Lailatul Qodr itu supaya kiya bisa meraihnya?  Pertanyaan itu juga sama dengan pertanyaan para sahabat kepada Nabi ketika itu, yakni terus waktu tepatnya kapan itu ya, Rosul? Jawab Nabi, nah itu maka, baru saja saya diberitahu Jibril bahwa Lailatul Qodr itu malam sekian, tapi kemudian aku dilupakan. Hanya seingat saya adalah pada 10 malam yang terakhir dari malam bulan Romadlon, yakni dari malam ke - 21 s.d.malam ke – 30, terutama pada malam – malam yang ganjil, yakni pada malam ke- 21, 23, 25, 27 dan malam ke- 29. Hal ini  diperkuat oleh riwayat dari Aisyah ra, yang menceriterakan bahwa pada 10 malam yang akhir dari bulan Romadlon, terutama pada malam – malam yang ganjil, beliau sangan bersungguh – sungguh dalam beribadah, ia kencangkan ikat pinggangnya (tidak beliau campuri istri – istrinya), beliau bangunkan para istrinya agar ikut beribadah dan beri’tikaf di masjid.

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Kemudian, bacaan atau doa apakah yang mesti banayk – banyak kita baca, ketika kita menanti datanya lailatul qodr itu? Hal itu pernah ditanyakan oleh Aisyah ra kepa Nabi (Suaminya), dengan berkata: “Yaa Rosul, apa yang mesti kami baca, ketika kami menanti datangnya Lailatul qodr itu? Qul (bacalah olehmu):
“ALLOOHUMMA INNAKA ‘AFUWUN (KARIIM), TUHIBBUL ‘AFWA FA’FUU’ANNII”
“Yaa, Alloh, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf (Lagi Maha Mulia), Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah (kesalahan – kesalahanku” (Al – Hadits).

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Dari keterangan – keterangan tadi, dapatlah kita ambil beberapa kesimpulan, sebagai jawaban atas pertanyaan – pertanyaan di awal khutbah tadi, yakni sebagai berikut:
1.       Bahwa Lailatul Qodr itu adalah suatu malam yang lebih bagus dari 1000 bulan (1000/ 12 = 83 tahun 4 bulan). Maksudnya, bahwa pada malam itu, nilai ibadah seseorang, seperti Ibadah Sholat Wajib, Sholat Tarwih dan Witir, Infaq/ sedekah, Tadarus atau mengaji Al – Quran, Mendengarkan Ceramah agama, I’tikaf (berdiam diri sambil berdzikir) di Masjid dan amal – amal ibadah lainnya. Jadi bukan wahyu ataui lham, tidak berupa cahaya yang akan berubah jadi malaikat atau lainnya), maka nilai pahalanya akan dilipatgandakan sebagaimana ia beribadah selama 1000 bula (83 tahun 4 bulan, bahkan lebih dari itu).
2.       Bahwa adanya Lailatul Qodr ini, dimaksudkan oleh Alloh agar kita umat Islam yang umurnya pendek – pendek ini, tidak kalah dalam pengumpulan pahala dibandingkan dengan umat – umat dahulu, yang umurnya panjang – panjang.
3.       Yang akan memperoleh lailatul qodr itu adalah banyak sekali orang, bukan hanya satu atau dua orang. Tetapi semua kita bisa mendapatkannya, asalkan pada malam yang bertepatan dengan Lailatul Qodr itu kita beribadah semata – mata ikhlash karena Alloh, bukan karena ada maksud – maksud lainnya.
4.       Tidak ada tanda – tanda khusus atau aneh – aneh bagi orang yang mendapatkannya, bahkan seseorang baru akan tahu apakah ia dapat lailatul qodr atau tidak, nanti diakhirat setelah kita ditunjukkan pahala amal – amal ibadah yang kita lakukan didunia. Yang ada hanyalah tanda – tanda bahwa malam itu malam lailatul qodr, antara lain Suasana malam itu sangat hening, tidah panas tidak pula dingin dll. Sebagaimana diterangkan beberapa hadits Nabi.
5.       Kemungkinan besar adanya/ tepatnya Lailatul Qodr itu adalah pada 10 malam yang terakhir dari malam bulan Romadlon, yakni dari malam ke - 21 s.d.malam ke – 30, terutama pada malam – malam yang ganjil, yakni pada malam ke- 21, 23, 25, 27 dan malam ke- 29.
6.      Cra kita untuk mendapaykan lailatul qodr adalah, hendaknya pada 10 malam yang akhir, terutama pada malam – malam yang ganjil, di mana pada saat itu orang – orang sudah pada mulai malas; loyo beribadah, sehingga barisan sholat tarwih di masjid – masjid atau di langgar – langgar mulai banyak kemajuan, karena jamaahnya berkurang, sehingga barisan sholat maju, maka bagi kita yang tahu bahwa di situlah letaknya lailatul qodr, tentu akan menambah kita lebih bersemangat dan bersungguh – sungguh, dalam meningkatkan ibadah kita, seperti: sholat tarwih dan witir berjamaah atau sendirian, tadarus atau mengaji dan mengkaji Al-Quran, Beri’tikaf di Masjid dan Berdzikir, bersedekah dan ibadah – ibadah lainnya. Dapat diibaratkan dalam suatu pertandingan sepak bola umpamanya, maka: pada 10 malam yang pertama (malam ke – 1 s.d ke 10) Romadlon itu adalah babak penyisihan, sehingga semua team masih bermain, 10 malam ke dua (malam ke -11 s.d. ke-20) itu ibarat babak ¼ final, sehingga sudah banyak yang berguguran tidak bertanding. Sedangkan pada 10 malam ke – 3 atau terakhir, itu ibarat babak semi final dan babak final, maka hanya kesebelasan yang benar – benar hebat saja yang bertanding.
7.       Adapun bacaan yang mesti banyak – banyak kita baca ketika kita menantikan Lailatul Qodr yang diajarkan Nabi, adalah: “ALLOOHUMMA INNAKA ‘AFUWUN (KARIIM), TUHIBBUL ‘AFWA FA’FUU’ANNII”
Yaa, Alloh, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf (Lagi Maha Mulia), Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah (kesalahan – kesalahanku” (Al – Hadits).
  
C. Penutup
Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh
Demikianlah khubah siang ini, mudah – mudahan akan dapat menambah semangat dalam kita beribadah pada 10 malam akhir dari bulan Romadlon tahun ini, sehingga kita akan memperoleh pelipat gandaan pahala 1000 bulan (83 tahun 4 bulan) atau bahkan lebih, karena kita dapat tetap beribadah yang bertepatan dengan Lailatul Qodr. Insyaa Alloh dan Aamien, Yaa Robbal ‘Aalamien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar