DALYANA'S BLOG
My Life My Imagination My Opinion

Sabtu, 18 Desember 2010

MENUJU KEDEWASAAN BERUMAH TANGGA

A. Pendahuluan

Dalam kehidupan berumah tangga, tidak akan pernah sepi dari masalah kecil ataupun besar. Kita tidak boleh menganggap remeh masalah kecil, karena meskipun kecil kalau banyak juga akan menjadi besar. Juga perlu diingat, bahwa banyak orang berjalan/ berkendaraan terjatuh bukan disebabkan oleh batu besar, tetapi akibat batu kecil-kecil (kerikil) yang banyak berhamburan di jalan. Sebab kalau sudah tahu ada batu besar, tentu akan dihindari, tetapi kerikil-kerikil itu yang kadang tidak begitu nampak, atau orang sering menganggap sepele. Demikian halnya dalam kehidupan berumah tangga, kadang bisa hancur berantakan bukan disebabkan oleh masalah besar, tetapi justru hanya karena disebabkn oleh masalah kecil. Oleh karenanya, untuk menyelesaikan segala permasalahan yang timbul dalam suatu rumah tangga sangat diperlukan SIKAP KEDEWASAAN DARI MASING - MASING PASANGAN (SUAMI - ISTERI).

Pertanyaannya adalah: (1) Mengapa diperlukan sikap kedewasaan suami - isteri dalam suatu rumah tangga? (2) Bagaimana ciri - ciri orang dewasa? (3) Bagaimana langkah-langkah menuju kedewasaan dalam berumah tangga? dan (4) Bagaimana cara mengatasi permasalahan dalam rumah tangga? 

B. Pembahasan

1. Perlunya sikap kedewasaan suami - isteri dalam suatu rumah tangga.
Kedewasaan dalam berpikir dan bersikap dari seorang suami dan isteri sangat diperlukan dalam membangun keharmonisan kehidupan rumah tangga. Karena dengan kedewasaan itu dapat membuat seseorang merasakan kedamaian dan kebahagiaan. Dengan kedewasaan itu pula segala permasalahan hidup, yang termasuk di dalamnya segala permasalahan rumah tangga dapat dijalani dan diselesaikan dengan bijaksana dan penuh pengertian.

2. Ciri - ciri orang dewasa
Marc dan Angel (2007) seperti dikutip oleh Abdul Qodir Zailani (dalam Majalah Suara Hidayatullah/Desember 2010/Dzulhijjah 1431 hal:68), menyatakan bahwa: "Kedewasaan seseorang bukanlah terletak pada usianya, tetapi justru terletak pada sejauh mana tingkat kematangan emosional yang dimilikinya. Dengan demikian dewasa adalah pilihan. Bisa jadi seseorang umurnya sudah tua, namun sifat dan sikapnya tidak jauh berbeda dengan anak - anak, begitu pula sebaliknya".

Orang dewasa adalah orang yang memiliki ciri - ciri antara lain sebagai berikut:
a. mampu mengelola diri dari perasaan cemburu dan iri hati
b. mampu mendengarkan dan mengevaluasi (menilai) dari sudut pandang orang lain
c. mampu memelihara kesabaran dan fleksibelitas dalam kehidupan sehari - hari
d. mampu menjaga perasaan orang lain dalam benaknya dan berusaha membatasi sikap egois
e. mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan
f. mampu menampilkan keyakinan diri tanpa menunjukkan sikap arogan
g. mampu mengatasi setiap tekanan dengan penuh kesabaran
h. mau berusaha memperoleh kepemilikan
i. mau bertanggung jawab atas tindakan pribadinya
j. mampu mengelola ketakutan dirinya
3. Langkah - langkah untuk menuju kedewasaan dalam rumah tangga.
Setidaknya ada tiga langkah yang harus dilakukan oleh pasangan suami-isteri untuk menumbuhkan sikap kedewasaan dalam berumah tangga. Ketiga langkah itu adalah sebagai berikut:
a. Harus tenang, tidak emosional dan tidak tergesa - gesa dalam bersikap. Sikap ini sangat diperlukan ketika berkomentar dan mengambil sikap atau memutuskan sesuatu. Jika hal itu disikapi dengan emosional, maka permasalahan rumah tangga akan semakin rumit dan bertambah - tambah.
b. Berlatih untuk bijak. Untuk itu perlu dilatih sikap rendah hati, tidak merasa paling benar, paling pintar, paling berjasa dan sejenisnya. Sehingga anda harus berusaha bagaimana caranya agar: (1) Jika Anda ingin menasehati pasangan sebaiknya jangan sampai ia merasa digurui. Sedapat mungkin menang tanpa orang lain merasa dikalahkan dan sukses tanpa orang lain merasa terdzolimi. (2) Jika Anda ingin mengubah sesuatu tanpa anda merasa berjasa atau pasangan tidak merasa rendah atau terhina.
c. Harus semakin memperbaiki isi dari pada topeng. Ini berarti anda harus lebih senang meningkatkan kualitas kepribadian, kualitas akhlaq, kualitas keimanan, kualitas keilmuan, kualitas ibadah, kualitas keikhlasan. Bukannya malah sibuk meningkatkan kualitas rumah, baju, kendaraan dan fasilitas penampilan lainnya karena ingin memperoleh pujian.Meskipun itu juga tidak dilarang, namun jangan itu yang diutamakan, apa lagi kalau sampai menempuh jalan yang tidak dibenarkan Agama dan hukum hanya untuk meraihnya.

4. Cara mengatasi permasalahan dalam rumah tangga
Salah satu kunci keberhasilan untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam rumah tangga adalah dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat. Untuk mencapai hal itu diperlukan adanya sikap saling terbuka serta perlu dihindarinya sikap arogan (mau menang sendiri) dari masing - masing pasangan.

Jika tidak terdapat titik temu dalam musyawarah tersebut, maka suami - istri boleh menunjuk pihak ke tiga yang dipercayai mampu berbuat adil dan mampu menyelesaikan permasalahan atau konflik dalam rumah tangga tersebut.

Jika dengan bantuan pihak ke tiga ini tetap juga tidak ditemukan titik temu, maka langkah terakhir yang boleh diambil adalah melalui perceraian, meskipun hal itu dibenci oleh Alloh SWT.

C. Penutup
Insya Alloh, dengan sikap kedewasaan suami - istri segala permasalahan dalam rumah tangga akan dapat diatasi dengan sebaik - baiknya. Sehingga akan tercipta suatu rumah tangga yang sakinah, mawwadah warahmah. Rumah tangga yang harminis, penuh cinta dan kasih sayang, bahagia,sejahtera lahir dan batin di dunia dan akherat. Amien.
(Disadur dari tulisan Abdul Qodir Zailani dengan judul yang sama, dalam Majalah Suara Hidayatullah/Desember 2010/Dzulhijjah 2431 hal. 68-69)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar