DALYANA'S BLOG
My Life My Imagination My Opinion

Jumat, 17 Desember 2010

KHUTBAH JUMAT Di MASJID “BAITUTH - THAHARAH” KM.1 KEL, SIMPANG TIGA “NASIB SUNNAH ROSULULLAH SAW” Jumat, 18 Juni 2010 Oleh: Dalyana, S.Pd., M.Pd.


Pendahuluan:
Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Puji dan syukur, marilah kita panjatkan ke hadirat Alloh SWT, yang telah melimpahkan berbagai nikmat, taufiq dan hidayah kepada kita sekalian, sehingga saat ini kita masih dapat berkumpul dan menunaikan ibadah jumah di Masjid yang mulia ini. Sholawat dan salam, semoga tercurah ke haribaan Nabi Muhammad SAW, ahli keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mau mengikuti petunjuk beliau, hingga akhir jaman kelak.

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Sebagaimana kita maklum, bahwa, saat ini banyak kita jumpai berbagai kelompok Islam yang masing-masing mengaku sebagai Kelompok Pengikut Sunnah Rosululloh SAW, atau yang sering disebut sebagai Ahli Sunnah Wal Jama’ah. Namun demikian tidak menutup kemungkinan, bahwa di antara berbagai kelompok Islam tersebut justru sebaliknya, bahwa mereka adalah pera perusak sunnah atau yang sering disebut ahli bid’ah. Oleh karenanya jika kita tidak hati-hati dan waspada, bisa jadi kita akan termasuk ahli bid’ah.
Kejadian seperti ini pernah disampaikan oleh Rosululloh SAW 1400 th yg lalu, melalui sabdanya:

"Benar-benar akan datang pada manusia, suatu jaman, dimana sunnahku saat itu menjadi rusak sebagaimana rusaknya pakaian yang dipakai di badan, dan timbullah bi’ah (hal-hal baru dalam masalah keimanan dan ibadah/ bukan pada urusan dunia).Maka barang siapa mengikuti sunnahku, maka jadilah ia  (seperti) orang asing dan sendirian. Dan barang siapa  menjadi pengikut bid’ah (perusak sunnah), yang diperbuat oleh manusia, maka ia akan mendapatkan 50 kawan atau bahkan lebih banyak lagi". (Alhadits)

Hadirin jamaah jum’ah rohiemakumulloh  
Sungguh benar bahwa apa yang disabdakan Rosululloh SAW tersebut kini mulai kita rasakan. Di mana para pengikut bid’ah ini sangat banyak jumlahnya, sedangkan para pengikut sunnah sangat sedikit dan dianggap aneh, asing, seriing diolok sebagai orang yang kuno, kolot, tidak modern atau tidak mau mengikuti perkembangan jaman. Bahkan ketika beliau ditanya para sahabat, bagaimana nasib dari orang-orang pemegang teguh sunnah yang dianggap asing dan jumlahnya sedikit itu> Beliau menjawab:


Seperti seseorang yang memegang bara api ditangan, jika ia melepaskannya, maka api akan padam dan apabila ia tetap memegangnya, maka api itu akan membakar tangannya. (Alhadits)
Apakah yang dimaksud dengan bid’ah itu? Apakah mobil, sepeda motor, model pakain dan  berbagai urusan dunia itu termasuk bid’ah? Dan mengapa para pengikut bid’ah dikatakan sebagai perusak sunnah atau perusak agama?

Hadirin jamaah jumah rohiemakumulloh
Yang dimaksud dengan  bid’ah adalah segala sesuatu dalam urusan agama atau urusan keimanan dan urusan ibadah (bukan urusan dunia) yang diada-adakan orang, atau yang di jaman Nabi dan para sahabat belum ada. Contohnya: keimanan adanya Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad SAW, penambahan atau pengurangan jumlah rokaat sholat, keyakinan bahwa surga bisa dibeli dengan uang, bacaan-bacaan wirid atau sholawat yang tidak pernah dicontohkan Nabi dan para sahabat, serta masih banyak lagi yang sejenis dengannya.
Dengan demikian  mobil, sepeda motor, pesawat, kapal, model pakaian, cara bercocok tanam, model rumah dan yang sejenis dengan itu tidaklah termasuk ke dalam masalah bid’ah.
Bahkan dalam hal ini Nabi SAW bersabda:

“Kamu sekalian justru lebih mengetahui masalah/ urusan duniamu sekalian” (Al-Hadits) 
 Dari pengertian bid’ah tersebut,  sudah selayaknya bahwa para pengikut bid’ah dikatakan sebagai perusak sunnah dan sekaligus perusak agama Islam.
Lantas bagaimanakah agar kita bisa termasuk golongan pengikut sunnah dan tidak termasuk golongan pengikut bid’ah (perusak sunnah)?

Satu-satunya jalan kita harus mau perpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah, sebagai sumber dari segala sumber hukum Islam. Artinya, segala hal yang menyangkut urusan agama, atau urusan keimanan dan ibadah, kita tidak boleh terburu-buru percaya dan melaksanakannya, sebelum jelas hal tersebut terdapat dalil (alasan atau contoh)  dari Al-Quran dan Hadits atau Riwayat Nabi dan Para Khulafaur Roshidin yang shohih atau sekurang-kurangnya berderajat hasan.

Sikap tersebut sesuai dengan Sabda Nabi SAW  dalam salah satu haditsnya, beliau bersabda: 
“Sesungguhnya, sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah (Al-Quran) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Dan sesungguhnya seburuk-buruk perkara dalah yang diada-adakan (bid’ah). Dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka” (HR, Muslim, Ibnu Majjah dll).

Dan dalam hadits lain beliau berpesan:

 “Aku tinggalkan kepadamu sekalian dua perkara. Apabila kamu sekalian mau berpegang teguh pada keduanya, pastilah kamu sekalian tidak akan tersesat untuk selama-lamanya. Yakni: Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah Rosul (Hadits dan riwayat Nabi yang shohih atau hasan)” (Al-hadits)

Hadirin jamaah jumah rohiemakumulloh
Demikianlah khutbah siang ini, semoga bermanfaat bagi kita sekalian, dalam rangka kita memelihara sunnah dan menhindarkan diri  dari termasuk golongan ahli bid’ah atau perusak sunnah. Insyaa Alloh wa Aamien.

BAAROKALLOOHU LII WALAKUM FIL QUR’AANIL ‘ADZIIM, WANAFAA’ANNI WA-IYAAKUM WADZIKRIL HAAKIM. AKUULU QOULII HADZAA WASYTAGHFIRULLLAHAL ‘AADZIM. INNAHU HUWAL GHOFUURURROHIEM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar