DALYANA'S BLOG
My Life My Imagination My Opinion

Jumat, 17 Desember 2010

KHUTBAH JUMAT Di MASJID “AL-JAMIL” PERUM LOA JANAN INDAH “MERAIH KEBERKAHAN HIDUP” Jumat, 19 Juni 2009 Oleh: Dalyana, S.Pd., M.Pd.

Pendahuluan:

Hadirin Jamaah Jumah rohiemakumulloh.
Puji dan syukur, marilah kita panjatkan ke hadirat Alloh SWT, yang telah melimpahkan berbagai nikmat, taufiq dan hidayah kepada kita sekalian, sehingga saat ini kita masih dapat berkumpul dan menunaikan ibadah jumah di Masjid yang mulia ini. Sholawat dan salam, semoga tercurah ke haribaan Nabi Muhammad SAW, ahli keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mau mengikuti petunjuk beliau, hingga akhir jaman kelak.

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Hampir setiap saat kita selalu memohon berkah dari Alloh SWT. Baik ketika makan, ketika sholat, ketika mau tidur, bangun tidur, ketika mendoakan orang lain yang sedang melangsungkan pernikahan, ketika melahirkan anak dan aktivitas atau acara – acara lainnya.
 Masalahnya adalah:
1.       Apakah yang dimaksud dengan berkah itu dan apa kebalikan dari berkah itu?
2.       Apa saja syarat untuk meraihnya dan apa saja yang dapat menghalanginya?

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Melalui khutbah singkat ini, kami akan menjawab permasalahan di atas, dengan harapan kita semua, masyarakat dan bangsa kita, akan dapat memperoleh keberkahan dalam hidup, baik di dunia maupun di akherat. Aamien, yaa Robbal ‘Aalamien.
1.       Tentang apakah yang dimaksud dengan berkah itu dan apa kebalikan dari berkah itu?
Dalam hal ini Sholeh Hasyim, Pengasuh PP. Hidayatullah Kudus Jawa Tengah menjelaskan, bahwa: “Al-Barakah, arti asalnya adalah ziyadatul khair (tambahan kebaikan)”. Sedangkan lawan atau kebalikan dari berkah adalah “laknat atau kutukan, yang berarti dijauhkan dari kebaikan”. Sebagai contohnya,
Ilmu yang berkah, berarti ilmu yang bermanfaat dan dapat membela pemiliknya di hari akhirat kelak. Jika diamalkan dan diajarkan kepada orang lain, kemudian orang yang diajari itu mengajarkan lagi kepada orang lain lagi, demikian seterusnya, maka pengajar pertama akan selalu mendapat kiriman pahala dari orang – orang yang diajar. Dan semakin banyak orang yang mengikuti jejaknya, maka semakin berlimpah pula pahala yang akan diterima. Di samping itu, semakin banyak ilmu yang dimiliki oleh seseorang, maka akan semakin mendekatkan dirinya kepada Alloh SWT.
Sebaliknya, ilmu yang tidak berkah atau ilmu yang terlaknat, adalah ilmu yang akan menggugat pemiliknya di hari kaherat. Semakin banyak ilmu yang ia peroleh, justru tidak bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, bahkan akan semakin menjauhkan dirinya kepada Alloh SWT.
Harta yang berkah, adalah harta yang digunakan untuk meringankan beban orang lain, menolong orang yang memerlukan. Semakin banyak harta yang dia miliki, maka akan menambah syukur dan kedekatan dia kepada Alloh SWT.
Sebaliknya, harta yang terlaknat (tidak berkah), adalah harta yang disimpan, seperti air yang tidak mengalir, sehingga menjadi sarang berbagai kuman penyakit. Pemiliknya menjadi kufur nikmat, serakah dan orang di sekitarnya menjadi dengki kepadanya. Semakin banyak harta yang ia miliki, semakin menjauhkan dirinya dari Alloh SWT.
Kekuasaan yang berkah, adalah kekuasaan yang digunakan untuk menuntun orang yang sesat, melindungi orang yang lemah, membela orang yang tertindas, menegakkan keadilan, menciptakan keamanan, ketertiban dan kemakmuran dan menghapus kelaparan.
Sebaliknya, kekuasaan yang terlaknat (tidak berkah), adalah kekuasaan yang digunakan untuk memperkaya diri, keluarga dan kelompoknya, serta memperkuat pengaruhnya. Untuk membela yang kuat dan menindas yang lemah, memutuskan silaturahiem, serta berbuat kerusakan di muka bumi ini.
Umur yang berkah, adalah umur yang dimanfaatkan untuk memperbanyak amal kebajikan, baik untuk dirinya, keluarganya, masyarakat, bangsa, negara dan agamanya. Sehingga semakin panjang umurnya, maka akan semakin banyak amal kebajikannya.
Sebaliknya umur yang terlaknat (tidak berkah), adalah umur yang digunakan untuk memperbanyak kejahatan, baik terhadap dirinya, keluarganya, maupun masyarakat dan bangsanya.
Seorang Ahli Sastra dari Mesir, Syauki Beik, menyatakan: “Jagalah dirimu, sebelum datang kematianmu, dengan menjaga sebutan baik, sesungguhnya sebutan baik bagi manusia itu, adalah umur ke dua”.

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!

2.       Tentang Apa saja syarat untuk meraihnya dan apa saja yang dapat menghalanginya?

Dalam hal ini Alloh SWT berfirman dalam QS. Al – A’raf (7): 96, sebagai berikut:

 “Seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi, tetapi (karena) mereka mendustakan (ayat – ayat Kami), maka Kami siksa mereka, disebabkan karena perbuatan mereka”

Berdasarkan firman Alloh di atas, memberikan petunjuk kepada kita, bahwa ada 2 syarat agar Alloh SWT melimpahkan berkah – Nya dari langit dan bumi. Sebaliknya, ada 2 hal pula yang akan menghalangi tertutupnya berkah, yang berarti penyebab turunnya laknat dari langit dan bumi.
Apakah ke dua hal itu?
1.       Dua Syarat untuk meraih berkah dari langit dan bumi itu adalah: (a) Syarat pertama adalah “Beriman dan bertaqwa” dan (b) Syarat ke dua adalah “Amal sholih”, sebagai manifestasi (bukti) keimanan dan ketaqwaan tersebut.
2. Adapun dua hal yang akan menghalangi tertutupnya berkah, yang berarti penyebab turunnya laknat dari langit dan bumi, adalah: (a) Yang pertama adalah “Kekufuran dan kemusyrikan” dan (b) Yang kedua adalah: “kejahatan”.
Ini berarti, jika kita secara perorangan, atau sebagai masyarakat dan bangsa, menginginkan agar Alloh SWT segera menurunkan berkah kehidupan dari langit dan bumi, maka kita harus berusaha dan berupaya, menjadi hamba – Nya, yang benar – benar beriman dan bertaqwa kepada – Nya, dengan memperbanyak amal kebajikan, sebagai manifestasi keimanan dan ketaqwaan kita kepada – Nya.

Sebaliknya, mana kala kita secara pribadi, maupun anggota masyarakat dan bangsa kita, menjadi manusia yang kufur, musyrik dan  berbuat jahat, maka tertutuplah pintu berkah dari langit dan bumi. Bahkan justru laknat, kutukan, musibah dan bencana yang akan menimpa kita, keluarga kita, masyarakat dan bangsa kita. Na’uudzubillahi mindzalika.

Semoga, Alloh SWT menjadikan kita manusia yang bener – benar beriman dan bertaqwa, serta pengamal sholih. Semoga masyarakat dan bangsa kita dipenuhi oleh orang – orang yang berilmu berkah, berharta berkah, penguasa yang berkah dan segalanya yang berberkah, sehingga Alloh segera menurunkan berkah – Nya dari langit dan bumi, serta menghindarkan masyarakat dan bangsa kita, dari berbagai laknat, kutukan, musibah dan bencana, besar maupun kecil. Aamien yaa Robbal ‘Aalamien.

BAAROKALLOOHU LII WALAKUM FIL QUR’AANIL ‘ADZIIM, WANAFAA’ANNI WA-IYAAKUM WADZIKRIL HAAKIM. AKUULU QOULII HADZAA WASYTAGHFIRULLLAHAL ‘AADZIM. INNAHU HUWAL GHOFUURURROHIEM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar