DALYANA'S BLOG
My Life My Imagination My Opinion

Rabu, 15 Desember 2010

KHUTBAH JUMAH “MEWASPADAI MUNCULNYA BERBAGAI ALIRAN SESAT” Oleh: Dalyana, S.Pd., M.Pd.

A. Pembukaan

Hadirin jamaah Jum’ah rohimakumulloh.
Kita sangat bersyukur, bahwa perkembangan Dakwah Islam akhir – akhir ini, berkembang cukup menggembirakan, baik melalui ceramah – ceramah dan kegiatan keagamaan di TV, Radio, Koran/ Majalah, di Masjid/ Langgar dan Kantor – kantor Pemerintah dan Swasta. Bahkan perkembangan Sekolah – Sekolah Keagamaan dan Pondok – Pondok Pesantrenpun berkembang begitu pesat, baik secara kwalitasnya (mutunya), maupun kuantitas (jumlah) - nya.
Namun demikian kita juga prihatin dan perlu waspada, mengingat akhir - akhir ini, masih saja bermunculan berbagai aliran sesat dan menyesatkan dalam ajaran Islam, baik di berbagai daerah di negeri kita, maupun di dunia yang mayoritas berpenduduk muslim.
Bahkan menurut catatan Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), selama 6 tahun (sejak tahun 2001 s.d. 2007), terdapat sekitar 250 aliran agama yang menyimpang di berbagai daerah di Indonesia, di mana 50 aliran di antaranya tumbuh dan berkembang di Jawa Barat.
Dari berbagai aliran tersebut, penyimpangannyapun bervariasi. Ada yang menambah atau mengurangi 2 kalimah syahadat, ada yang tidak mewajibkan sholat, puasa dan hajji, yang penting sedekah dan eling (ingat) saja, ada yang tidak mengakui Hadits/ Sunnah sebagai sumber Hukum Islam, ada yang menafsirkan ayat – ayat Al – Quran semaunya dan ada yang pemimpinnya menmgaku mendapat ketemu Malaikat dan mendapat wahyudari Alloh, serta mengaku diangkat sebagai Nabi/ Rosul Alloh.
Pertanyaannya adalah:
1.       Mengapa di negeri kita begitu pesat bermunculan aliran – aliran sesat dan menyesatkan?
2.       Bagaimana kita mengenali ciri – ciri, bahwa aliran dalam Islam itu sesat dan menyesatkan, sehingga kita dan keluarga, serta saudara – saudara seiman kita, tidak terjebak masuk ke dalam golongannya?
3.       Apa yang mesti kita lakukan, bila kita mengetahui bahwa di sekitar kita terdapat aliran Islam yang sesat dan menyesatkan?

B. Isi Khutbah
Hadirin jamaah Jum’ah rohimakumulloh.
Tentu saja banyak faktor, yang menyebabkan mengapa di negara kita tumbuh subur aliran – aliran sesat dan meyesatkan itu, baik faktor dari luar maupun dari dalam umat Islam sendiri. Namun demikian, setidaknya ada dua faktor penyebab yang menonjol, antara lain:
1.       Tidak bisa dipungkiri, bahwa di balik maraknya kemunculan aliran sesat dan menyesatkan dalam Islam ini, adalah disebabkan adanya skenario (upaya) besar dari golongan di luar Islam, yang menginginkan agar Umat Islam itu dapat dipecah belah ke dalam beberapa kelompok, baik dalam pemahaman di bidang sosial, ekonomi, politik dan keagamaan. Karena jika Umat Islam ini bersatu, maka mereka khawatir keberadaan dan posisi mereka di berbagai bidang kehidupan akan terancam atau sedikitnya terusik karenanya. Sehingga perlu dicari berbagai cara untuk memecah belah umat Islam, salah satunya dengan mengupayakan tumbuh suburnya atau setidaknya membela mati – matian agar aliran – aliran yang telah difonis sesat dan menyesatkan oleh MUI maupun Pengadilan, masih bisa eksis dan berkembang di negeri kita tercinta ini. Hal ini dapat kita lihat, bagaimana semangatnya mereka melakukan demo – demo menentang keputusan MUI dan Pengadilan yang menyatakan kesesatan dan harus dibubarkannya Aliran Ahmadiah Qodian, LDII, Ingkar Sunnah dll beberapa waktu lalu.
2.       Adanya kelemahan di sebagian besar kita umat Islam terhadap ajaran Islam atau Al – Quran dan Sunnah. Banyak di kalangan kita umat Islam yang masih kurang menyadari betapa penting dan betapa besarnya fungsi dan peranan ibadah, seperti sholat, puasa, hajji dll dalam rangka membina akhlaq dan membentengi jiwa para pelakunya dalam mengarungi hidup dan kehidupan. Bahkan sebaliknya, tidak sedikit di kalangan kita umat Islam yang beranggapan bahwa berbagai ibadah seperti sholat, puasa, hajji dll itu tidak pentingm mereptkan, menyiksa diri dan pemborosan. Sehingga ketika ada orang yang sedikit saja memiliki pengetahuan lebih dalam hal Islam, kemudian ia mengaku mendapat wahyu atau ia mengaku sebagai Nabi atau Rosul Alloh, apa lagi kemudian ia mengajarkan ajaran – ajaran yang dirasakan mudah dilaksanakan, seperti tidak wajib shalat, tidak wajib puasa dan tidak wajib hajji, tapi akan dijamin masuk surga, asal ia mempercayai kenabian atau kerasulannya, maka akan banyaklah di kalangan kita umat Islam yang mempercayai dan masuk ke dalam golongan atau kelompoknya.  

Padahal lebih dari 1400 tahun yang silam, Alloh SWT telah menjelaskan dengan sejelas – jelasnya, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul Penutup dan tidak akan turun lagi wahyu Alloh sesudahnya, kepada siapapun, Sebagaimana firman – Nya dalam QS. Al – Ahzab: 40 yang telah kami bacakan pada pembukaan khutbah tadi, yakni sbb:
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian [Para Sahabat]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu”

Hadirin jamaah Jum’ah rohimakumulloh.
Mengenai Bagaimana kita mengenali ciri – ciri, bahwa aliran dalam Islam itu sesat dan menyesatkan, sehingga kita dan keluarga, serta saudara – saudara seiman kita, tidak terjebak masuk ke dalam golongannya?
Dlam hal MUI (Majelis Ulama Indonesia), mengemukakan bahwa sediktnya ada 10 ciri yang dapat untuk mengetahui bahwa aliran Islam itu sesat dan menyesatkan.
Adapun 10 ciri aliran Islam yang sesat dan menyesatkan menurut MUI itu adalah sebagai berikut.
1.       Mengingkari salah satu dari rukun Iman yang 6 dan/ atau mengingkari rukun Islam yang 5, atau mengikuti aqidah (keyakinan) yang tidak seseuai dengan hukum syar’i, yakni: Al – Quran dan Hadits yang shohih.
2.       Meyakini turunnya wahyu setelah Al – Quran.
3.       Mengingkari otentisitas (keaslian) atau kebenaran isi ajaran Al – Quran.
4.       Melakukan penafsiran ayat – ayat Al – Quran tidak berdasarkan kaidah – kaidah penafsiran al – Quran yang benar.
5.       Mengingkari kedudukan Hadits yang Shohih atau setidaknya berderajat Hasan, sebagai sumber ajaran dan hukum Islam.
6.       Menghina, melecehkan dan/ atau mrendahkan derajat para Nabi dan Rosul Alloh.
7.       Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rosul terakhir atau penutup, atau berkeyakinan masih ada Nabi dan Rosul lagi sesudah Nabi Muhammad SAW.
8.       Mengubah, menambah dan/ atau mengurangi pokok – pokok ibadah yang telah ditetapkan wajibnya oleh syari’at, seperti sholat, puasa dan hajji tidak wajib.
9.       Mengajarkan dan/ atau mengerjakan Sholat Fardu kuran atau melebihi dari 5 waktu
10.   Mudah mengkafirkan sesama muslim tanpa didasari dalil syar’i, seperti mengkafirkan sesama muslim hanya karena tidak masuk golongan atau kelompoknya.

Hadirin jamaah Jum’ah rohimakumulloh.

Setelah kita mengetahui ciri – ciri aliran Islam yang sesat dan menyesatkan, sebagaimana dikukakan MUI tersebut, maka apabila kita mengetahui adanya sekelompok Umat Islam yang di dalam kelompoknya terdapat sediktnya salah satu ciri dari 10 ciri tersebut, kita harus menjaga diri dan keluarga atau handai tolan kita untuk tidak masuk golongannya. Sebaliknya jika kita mampu menunjukkan kesesatannya berdasar dalil – dalil Al-Quran dan Sunnah, kita wajib mengingatkannya, atau kita harus segera melaporkannya kepada aparat pemerintahan dan atau aparat kepolisian setempat. Tentu saja tidak dibenarkan kita main hakim sendiri, seperti membubarkan kegiatan mereka, apa lagi menyakiti atau memukuli mereka, mengingat negara kita adalah negara hukum,

C. Penutup

Hadirin jamaah Jum’ah rohimakumulloh.
Demikianlah khutbah siang ini, mudah – mudahan bermanfaat dalam rangka membentengi diri, keluarga dan umat Islam dari berbagai pengaruh dan kenyataan munculnya berbagai aliran sesat dan menyesatkan di negeri kita tercinta Indonesia ini. Aamien. Perlulah kiranya kita camkan baik firman Alloh dalam QS. Al – Maidah: 3 berikut ini:
“Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”

Baarokalloohu lii walakum fil Qur’anil ‘Adzim. Wanafa’anii waiyyakum minal aayaati wadzikril hakiem. Wataqobballa minni waminkum tilawatahu innaahu Huawal Ghofuuruu Rohiem.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar