DALYANA'S BLOG
My Life My Imagination My Opinion

Rabu, 15 Desember 2010

INTI SARI NASEHAT PERKAWINAN

ANTARA
DANANG AGUS BUDI KUSUMA BIN DARIYO
&
DIMENTRI WIDIASTUTI BINTI MAWARDI
Oleh: Dalyana, S.Pd., M.Pd.
Minggu, 5 Desember 2010/ Akad Nikah: Jumat, 3 Desember 2010

1.       Pengertian Nikah/ Kawin.
Dalam pengertian agama Islam, pengertian Nikah = kawin: suatu ikatan yg kokoh antara laki-laki dan perempuan bukan muhrim, yang menyebabkan halalnya hubungan suami – ister dan timbulnya hak dan kewajiban serta tanggung jawab sbg suami isteri.
Dalam kehidupan sehari – hari, kata nikah hanya dipakai untuk manusia, sedang kata kawin dipakai umum untuk manusia, binatang dan tumbuhan. 
2.      Yang Terjadi Sesudah Akad Nikah:
a.       Ada yg semula terikat/ tdk bebas bahkan haram, berubah menjadi bebas dan halal. Misalnya: 1) Pergaulan, 2) Bertamu, 3) Berduaan.
b.       Ada yg semula bebas, berubah menjadi tdk bebas. Misalnya: 1) melihat, berbicara, sms, ngobrol lewat fb dan/ atau bermain dgn pria/ wanita lain, 2) memasukkan ke dlm rmh org2 yg tdk disukai pasangan, 3) cara berpakaian/ berdandan, 4) bepergian,  5) pengucapan kata – kata talak (cerai) bagi suami dll.
c.       Timbul adanya hak dan kewajiban serta tanggung jawab bagi suami & isteri. Kewajiban sumai adalah hak isteri dan sebaliknya.

3.      Tujuan dan Hikmah Perkawinan
a.       Menyempurnakan ibadah dan mengikuti Sunnah Rosul
b.       Membina rumah tangga yg sakinah (tenteram/ tenang lahir batin), mawaddah (penuh rasa cinta) dan rahmah (penuh kasih sayang) di dunia dan di akherat.

„Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir“.

c.       Menyalurkan nafsu seksual yg merupakan fithrah manusia,  dgn jalan yg halal
d.       Memperoleh keturunan yang syah (tanpa nikah bisa dapat keturunan, tapi tidak syah, meskipun anaknya bukan anak haram, yg haram perbuatan bpk & ibunya).
e.       Menyambung silaturahim (kekeluargaan) antara keluarga suami (Bpk & Ibu Dariyo) dan keluarga isteri (Bpk & Ibu Mawardi).
f.       Menghindari perbuatan zina yang sangat dilarang agama.
2.      Kewajiban dan Hak Suami Isteri (Sengaja saya balik shg kurang lazim).
a.       Kewajiban Suami/ Hak Isteri. Suami adalah pemimpin rumah tangga, sehingga punya kewajiban, memberikan kesejahteraan, ketenteraman, ketenangan dan rasa aman, melalui pemberian nafkah lahir dan batin. (disingkat NGO LIMO, (1) NGingoni, (2) NGlambeni, (3) NGomahi, (4) NGlindhungi,  (5) NGleremi/ NGeloni).
b.       Kewajiban Isteri/ Hak Suami.
1.       Taat pada suami, kecuali bila diajak berbuat maksiat atau dosa. Sehingga (a) mau ke mana & mau apa harus ijin suaminya, sekalipun lewat sms, (b) tidak menolak ketika suami mengajak berhubungan intim, kecuali dengan alasan yang rasional dan dibenarkan agama.
2.       Berdandan untuk suaminya, sehingga selalu menyenangkan hati suami. Bukan malah berdandan untuk dilihat org banyak, mau ke undangan misalnya.
3.       Menjaga harta suami dan kehormatan dirinya, ketika suami tidak ada Bukan malah cari kesempatan dalam kesempitan;
3.      Kunci Sukses Membina Rumah Tangga
Dapat disingkat dengan 7 SM, yaitu:
a.       Saling Mengerti/ Memahami, tentang: (1) kesenangannya, (2) kelebihan dan kekurangannya, (3) kebaikan dan keburukannya (Ingat Tiada manusia yang sempurna). Untuk itu diperlukan adanya saling keterbukaan diantara keduanya.
b.       Saling Memberi & Menerima, tentang: (1) Hak & kewajiban, (2) kelebihan dan kekurangannya, (3) kebaikan dan keburukannya.
c.       Saling Mempercayai, tidak saling buruk sangka dan/ atau curiga dan/ atau saling cemburu buta. Untuk itu diperlukan adanya kejujuran dan keterbukaan pada keduanya.
d.       Saling Membantu, kerepotan tugas dan tanggung jawab pasangannya.
e.       Saling Menghargai, tentang hasil kerja atau jerih payah yang dilakukan masing – masing.
f.        Saling Menjaga dan Melindungi, tentang: perasaan dan kerahasiaan rumah tangga.
g.       Saling Mengingatkan/ Menasehati, demi untuk menuju kebaikan pribadi maupun keluarga serta taqwa.
4.      Nasehat di Kala Marah
a.       Kalau bisa jangan marah
b.       Waspadalah dengan masalah – masalah kecil dalam rumah tangga, yang dapat diibaratkan kerikil – kerikil kecil di jalanan yang lebih banyak menjadi penyebab orang jatuh dari pada disebabkan menabrak batu besar.
c.       Kalau ada tanda – tanda mau marah, baca ta’awudz, wudlu dan sholat Thuhur (Ba’da Wudlu) 2 rokaat.
d.       Jangan marah bersama – sama, kalau suami marah isteri jangan ikut – ikut marah dan sebaliknya.
e.       Jangan sampai mengeluarkan kata – kata yang tidak pantas didengar anaka – anak (terutama balita) dan/ atau kata – kata yang menyakitkan hati pasangannya, apa lagi membawa – bawa nama orang tua pasangannya.
f.        Jangan sampai dimalamkan, artinya kalau siang marah, malam harus sudah reda. Rugi malam masih marah, apalagi musim penghujan, dingin lagi....masak tidur adu burit atau malah pisah kamar? Ingat cerita suami isteri pengantin baru yang marah sampai malam?
5.      Doa
  •  Alloohumma, yaa Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, limpahkanlah rahmat, taufiq dan hidayah-Mu kepada kami semua dan lebih khusus kepada kedua mempelai yang saat ini bersanding di hadapan kami, yakni: ananda Danang Agus Budi Kusuma bim Dariyo dan ananda Dimentri Widiastuti binti Mawardi....
  • Jadikan perjodohan mereka selalu dalam kebaikan, jadikan rumah tangga mereka rumah tangga yang sakinah, mawadah warahmah, penuh ketentraman dan ketenangan, penuh rasa cinta dan kasih sayang, penuh canda tawa kebahagiaan lahir dan batin di dunia dan di akherat.
  • Segeralah Engkau berikan mereka momongan, berupa anak – anak yang sholih dan sholihah, sebagai generasi penerus mereka, sebagai penyejuk pandangan mata, sebagai penghibur di kala duka dan lara dan jadikan keturunan mereka sebagai pemimpin bagi orang – orang yang beriman dan bertaqwa.
  • Baarokalloohu laka, wabaaroka  ’alaika, wajama’a bainakuma fii khroir.
  • Robbana hablanaa, min azwaajinaa, wadzurriyatinaa,qurrota a’yun, waj’alnaa lilmuttaqiinaa imaamaa...
  • Robbana dholamnaa.anfusanaa, wainllam taghfirlanaa, watarhamnaa, lanakunannaa minal khoohiriin..
  • Alloohumma innanas’aluka rizqon thoyyiba, wa’ilman naafi’aa, wa’ammalan mutaqobbalaa...
  • Allohumma aarinal haqqo, warzuqnattibaa’ah, wa-aarinal baathilaa  baathila, warzuqnajtinaabah..
  • Allohumma innaa.ans’alukas salamatan fii diiniinaa, wal’afiatan filjasadinaa, waziyaadatan fil ’ilminan, wabaarokatan fir rizqinaa, wataubatan qoblal mautinaa, warohmanat ’indal mautinaa, wamaghfirrotan ba’dal mautinaa. Alloohumma hawin ’alainaa fii sakarotil mautinaa. Wal ’afuuwan ’indal hisaab....
  • Eobbanaa aatina fiddun-yaa hasanah. Wafil aakhirooti hasanah. Waqinaa ’aszabannaar......
  • Robbana taqobbal minnaa. Innaka antas samii’ul ’aliim. Innaka antat-tawaabur rohiem...
  • Subhaanaka Robbika Robbil ’izaatika maayasiifuun. Wasssalaamun ’alal mursaliin. Walhamdulillaahir Robbil ’aalamien....

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar