DALYANA'S BLOG
My Life My Imagination My Opinion

Senin, 27 September 2010

SEJARAH PERKEMBANGAN DAN PENERAPAN KURIKULUM PENDIDIKAN DI INDONESIA (Dari Sejak Indonesia Merdeka sampai tahun 2006)

  •  Pendahuluan
  • Sering kita mendengar pernyataan atau istilah yang muncul dari berbagai kalangan masyarakat,: terkait dengan adanya beberapa kali diterapkannya Kurikulum Baru dalam dunia pendidikan di negara kita. Pernyataan atau istilah tersebut berbunyi: "Setiap ganti menteri pendidikan, pasti ganti kurikulum".
  • Padahal perubahan atau pergantian kurikulum dalam dunia pendidikan dalam kurun waktu tertentu di negara manapun juga dilakukan. Tentu saja perubahan kurikulum itu terjadi bukan karena adanya pergantian menteri pendidikan atau karena terjadinya perubahan pemerintahan yang berkuasa. Namun banyak faktor yang menyebabkan perlunya dilakukan perubahan atau pembaharuan kurikulum pendidikan.
Beberapa faktor yang menyebabkan perlunya dilakukan perubahan kurikulum pendidikan tersebut antara lain:
  1. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang berkembang begitu pesat.
  2. Adanya perubahan peraturan dan perundangan undangan yang berlaku dalam suatu pemerintahan.
  3. Adanya perubahan politik, sosial, budaya dan keamanan di suatu negara dan dunia.
  •  Melalui tulisan ini saya mencoba merangkum dari berbagai tulisan tentang "Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia", dengan harapan dapat diambil manfaatnya bagi Penulis sendiri, maupun bagi pihak lain yang memerlukannya. 
  • Uraian Singkat Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia 
  • (Sejak Indonesia Merdeka Sampai Tahun 2006) 


  • Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut.
  • Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.

  • Berbagai Kurikulum Yang Mewarnai Dunia Pendidikan Di Indonesia Antara Lain:
  • Rencana Pelajaran 1947

Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan ( dalam bahasa Belanda ) artinya rencana pelajaran, lebih popular ketimbang curriculum (bahasa Inggris). Asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950.

  • Rencana Pelajaran Terurai 1952

Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut dengan Rencana Pelajaran Terurai 1952.

  • . Kurikulum 1968

Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Jumlah mata pelajarannya 9.
  • Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. “Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen, yaitu MBO (management by objective) yang terkenal saat itu,” kata Drs. Mudjito, Ak, MSi, Direktur Pembinaan TK dan SD Depdiknas.
  • Kurikulum 1984
Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang disempurnakan”. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL).
  • Kurikulum 1994 Dan Suplemen Kurikulum 1999
Kurikulum 1994 bergulir lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya. “Jiwanya ingin mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984, antara pendekatan proses,” kata Mudjito menjelaskan.

  • Kurikulum 2004 (KBK)
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau Kurikulum 2004, adalah kurikulum dalam dunia pendidikan di Indonesia yang mulai diterapkan sejak tahun 2004. Meskipun sudah ada beberapa sekolah yang mulai menggunakan kurikulum ini sejak sebelumnya. Secara materi, sebenarnya kurikulum ini tak berbeda dari Kurikulum 1994, perbedaannya hanya pada cara para murid belajar di kelas. Dalam kurikulum terdahulu, para murid dikondisikan dengan sistem caturwulan. Sedangkan dalam kurikulum baru ini, para siswa dikondisikan dalam sistem semester. Dahulu pun, para murid hanya belajar pada isi materi pelajaran belaka, yakni menerima materi dari guru saja. Dalam kurikulum 2004 ini, para murid dituntut aktif mengembangkan keterampilan untuk menerapkan IPTek tanpa meninggalkan kerja sama dan solidaritas, meski sesungguhnya antar siswa saling berkompetisi. Jadi di sini, guru hanya bertindak sebagai fasilitator, namun meski begitu pendidikan yang ada ialah pendidikan untuk semua. Dalam kegiatan di kelas, para siswa bukan lagi objek, namun subjek. Dan setiap kegiatan siswa ada nilainya.
  • Kurikulum 2006 (KTSP) 
Awal 2006 uji coba KBK dihentikan. Muncullah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Perjalanan KTSP masih tersendat. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Hal ini disebabkan karangka dasar (KD), standar kompetensi lulusan (SKL), standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK dan KD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar