DALYANA'S BLOG
My Life My Imagination My Opinion

Sabtu, 25 September 2010

RINGKASAN KHUTBAH JUMAT “BENARKAH RUH ORANG YANG TELAH MENINGGAL GENTAYANGAN DI BUMI, MENJADI HANTU, MERASUK KE TUBUH ORANG YANG MASIH HIDUP DLL ?” Oleh: Dalyana

Pendahuluan:

Hadirin Jamaah Jumah rohiemakumulloh.
Sebagaima kita maklum, bahwa sejak dulu hingga kini, di kalangan masyarakat kita, Mmasih banyak yang percaya, bahwa ruh orang yang telah meninggal dunia itu, dapat kembali ke dunia. Ia dapat menjadi hantu, dapat merasuk ke tubuh orang yang masih hidup, ketika sedang sakit atau kesurupan, dapat menjadi jalangkung, dapat memberi kabar kepada orang yang masih hidup melalui mimpi, dapat dimintai tolong, dapat marah ketika kuburnya tidak dibersihkan atau tidak diberikan sesaji dan lain – lain.


Kepercayaan itu semakin tebal, dengan adanya berbagai cerita, atau mungkin ada yang pernah mengalami atau melihat berbagai kejadian ghoib, yang berkaitan dengan ruh orang yang telah meninggal tersebut. Berbagai kejadian ghoib itu antara lain dapat kami sebutkan berikut ini:

  1. Ketika ada orang yang meninggal dunia dengan cara yang tidak wajar, seperti: karena gantung diri atau bunuh diri, atau karena kecelakaan, atau karena di bunuh, maka beberapa hari kemudian terdengarlah suara orang menangis dan merintih atau orang yang membunuh dalam mimpinya selalu di kejar – kejar oleh orang yang dibunuh, atau di masyarakat tersebar adanya hantu pocong yang gentayangan dan lain – lain.
  2. Ketika baru saja seorang rentenir atau orang yang dalam hidupnya selalu bergelimang dengan perbuatan maksiat dan dosa, maka berkeliaranlah hantu di masyarakat, sehingga timbul suasana yang menyeramkan dan menakutkan di masyarakat itu, ketika malam datang menjelang.
  3. Ketika ada orang yang sakit kesurupan, maka melalui lisan orang yang sakit itu, ketika ditanya, ia mengaku bahwa ruh yang masuk ke tubuh orang yang sakit itu adalah orang – orang yang telah meninggal dunia beberapa tahun sebelumnya.
  4. Ketika ada orang yang bermain jalangkung, ketika jalangkung kesurupan dan ditanya ruh siapa yang masuk ke jalangkung tersebut, ia mengaku melalui tulisan, bahwa ia adalah ruh para ulama atau kyai atau para pahlawan yang telah meninggal dunia.
  5. Ketika ada orang yang meninggal dunia dengan menyimpan bayak harta yang tidak diketahui oleh ahli warisnya, maka beberapa hari kemudian, salah seorang atau beberapa orang ahli warisnya, diberitahu tempat ia menyimpan hartanya tadi oleh ruh orang yang telah meninggal dunia tadi melalui mimpinya. Dan ternyata ketika keesokan harinya dicek, ternyata benar bahwa di tempat yang ia tunjukkan itu terdapat harta yang banyak, yang ia simpan!
  6. Ketika ada orang yang berbuat gaduh atau main – main di kuburan yang dianggap keramat atau di tempat – tempat angker, maka orang tersebut bisa dilempar batu atau ditampar, oleh seseorang yang tidak nampak ujudnya.
  7. Ketika ada orang yang belampah atau menyepi di pekuburan, maka setelah beberapa hari kemudian, ia ditemui oleh seseorang yang mengaku sebagai ruh orang yang telah meninggal, setelah itu orang yang belampah/ menyepi itu meminta sesuatu kepadanya, setelah itu ternyata apa yang dimintanya benar – benar terkabul atau menjadi kenyataan.
Dan tentu saja kejadian – kejadian aneh lainnya di dunia ini, yang berhubungan dengan ruh orang yang telah meninggal dunia.

Hadirin Jamaah Jumah rohiemakumulloh.
Pertanyaannya adalah:
  1. Benarkah keyakinan atau kepercayaan sebagian masyarakat bahwa ruh orang yang telah meninggal dunia itu, dapat kembali ke dunia, dapat menjadi hantu, dapat merasuk ke tubuh orang yang masih hidup atau menyebabkan kesurupan, dapat menjadi jalangkung dan lain – lain. itu dipandang dari sudut pandang Islam atau Al – Quran dan Sunnah Nabi ?
  2. Jika benar, mungkin tidak ada masalah, namun jika salah, mengapa berbagai kejadian ghoib terkait dengan ruh orang yang telah meninggal dunia sebagaimana disebutkan di atas benar – benar bisa terjadi di masyarakat ?
  3. Siapakah penyebabbya ? dan Apa Tujuannya?

Hadirin Jamaah Jumah rohiemakumulloh
Untuk menjawab pertanyaan pertama di atas, marilah kita perhatikan Firman Alloh SWT dalam Alquran dan beberapa Hadits Nabi berikut ini:

  1. Firman Alloh SWT dalam QS. Al – Anfal ayat 50, menyatakan:“Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri).
  2. Sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Malik dan Imam Nasa’i, menyatakan:“Ruh orang mukmin itu, tidak lain melainkan (menjadi) burung – burung yang menggantung di pohon syurga, sampai Alloh mengembalikan dia ke badannya di hari kiamat”
  3. Sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majjah dan Imam Thabranie, menyatakan“Sesungguhnya ruh orang mukmin itu berjalan – jalan di syurga ke mana saja ia suka dan ruh orang kafir itu disiksa di neraka”
  4. Dalam banyak hadits yang menyatakan, bahwa ruh orang yang meninggal itu, di alam kubur akan mengalami dua nasib. Bagi ruh orang - orang mukmin yang baik, maka akan dijembarkan/ diluaskan kuburnya dan akan mengalami tidur panjang dengan mimpi – mimpi indah dan penuh kenikmatan, yang diistilahkan dengan mendapatkan nikmat kubur. Sedangkan bagi orang – orang kafir, munafik dan orang – orang jahat, maka ia akan disempitkan kuburnya dan mengalami berbagai siksaan kubur, hingga datangnya hari kiamat.

Hadirin Jamaah Jumah rohiemakumulloh

Dari ayat Alquran dan beberapa Hadits di atas, maka Para Ulama menyimpulkan, bahwa: Tidak mungkin ruh orang yang telah meninggal dunia itu dapat kembali ke dunia, dapat menjadi hantu, dapat merasuk ke tubuh orang yang masih hidup atau menyebabkan kesurupan, dapat menjadi jalangkung, dapat memberi kabar kepada orang yang masih hidup melalui mimpi, dapat dimintai tolong, dapat marah ketika kuburnya tidak dibersihkan atau diberikan sesaji dan lain – lain.

Karena, beberapa alasan sebagai berikut:
  1. Kalau orang yang meninggal itu orang yang baik, ngapain dia sudah enak – enak mendapat nikmat qubur, kok mau susah – susah gentayangan ke dunia? Sedangkan kalau ia termasuk ruh orang yang jahat, kapan ada kesempatan ke dunia, wong ia selalu disiksa dengan siksa kubur. Dan kalau betul dia bisa kembali ke dunia, tentu tidak mau lagi kembali ke kubur, karena takut disiksa lagi di kubur.
  2. Di samping itu, antara alam kubur dan alam dunia itu ada sutu dinding pembatas yang tidak bisa ditembus lagi, yakni alam barzah (dinding yang membatasi).

Kalau demikian, mengapa berbagai kejadian ghoib, terkait dengan ruh orang yang telah meninggal, sebagaimana disebutkan di atas benar – benar bisa terjadi? Siapa penyebabnya? Dan Apa Tujuannya?

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Sebagaimana kita maklum bahwa, adanya makhluk ghoib yang diciptakan Alloh SWT, yang selalu menjadi musuh manusia sejak diusir dari syurga brsama – sama Nabi Adam As beserta istrinya, sampai datangnya hari kiamat nanti, Mereka dan anak keturunannya, akan selalu menggoda manusia dengan dengan berbagai cara, guna mencari teman sebanyak – banyaknya di neraka kelak. Siapakah mereka? Tiada lain adalah Iblis dan anak keturunannya yakni para syaithon.

Dengan demikian dapat dipastikan bahwa: berbagai kejadian ghoib seperti: hantu, genderuwo, thuyul, jalangkung, mayat hidup (hantu pocong) yang katanya sering muncul di tempat – temapt yang dianggap angker, termasuk ruh yang masuk ke tubuh orang yang kesurupan, termasuk keramat dikuburan orang – orang yang dianggap wali Alloh, semua itu bukanlah disebabkan oleh ruh orang – orang yang telah neninggal. Tetapi, semua itu disebabkan oleh sandiwara atau permainan syaitan.

Lantas apa tujuannya? Tujuannya tiada lain, agar manusia menjadi takut ke masjid atau ke langgar, agar tempat – tempat yang dianggap angker atau keramat menjadi semakin ditakuti dan disegani, agar kuburan para wali semakin banyak dikunjungi dan dimintai berkah dan syafaat atau pertolongan. Dengan demikian keimanan manusia menjadi rusak, karena menjadi syirik atau menyekutukan Alloh karenanya. Sehingga pada akhirnya syaithan itu akan memperoleh teman yang banyak di neraka kelak. Na’udzubillahi mindzalika!

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Demikianlah khutbah siang ini, mudah – mudahan dapat menjadikan kita lebih waspada terhadap sandiwara dan permainan syaitan, dengan berbagai ragam gaya dan bentuknya, terutama yang berkaitan dengan berbagai kejadian ghoib, di mana dalam perkara ghoib ini justru syaithan sangat berhasil dalam menggoda dan menjerumuskan manusia. Dengan kewaspadaan itu, mudah – mudahan, diri kita, keluarga kita, anak – anak kita dan saudara kita kaum muslimin dan muslimat di manapun saja berada, dapat terhindar dari berbagai kepercayaan ghoib yang salah, yang tidak berdasarkan ayat – ayat Alquran dan Hadits- Hadts Nabi, yang dapat merusak keimanan kita dan merusak ibadah kita, yang dapat menjerumuskan ke dalam perbuatani syirik atau menyekutukan Alloh, sehingga kita dapat terhindar dari sikas api neraka di akhirat kelak. Aamien Yaa Robbal ‘Aalaien.

Untuk menutup khutbah kali ini, marilah kita perhatikan Firman Alloh SWT dalam QS. An-Nisa: 48

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar”

Baarokalloohi lii walakum fil Qur’anil kariem, wanafa’annii waiyaakum minal ayaati wadzikril hakiem. Wasytaghfirruhu innahu huawl ghofuururrohiem.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar