DALYANA'S BLOG
My Life My Imagination My Opinion

Sabtu, 25 September 2010

RINGKASAN KHUTBAH JUMAT “UPAYA SISTEMATIS DALAM MENGHANCURKAN ISLAM” (Oleh: Dalyana)

Pendahuluan:
“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya"
(QS. Ash-Shaf : 8)

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Puji dan syukur, marilah kita panjatkan ke hadirat Alloh SWT, yang telah melimpahkan berbagai nikmat, taufiq dan hidayah kepada kita sekalian, sehingga saat ini kita masih dapat berkumpul dan menunaikan ibadah jumah di Masjid yang mulia ini. Sholawat dan salam, semoga tercurah ke haribaan Nabi Muhammad SAW, ahli keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mau mengikuti petunjuk beliau, hingga akhir jaman kelak.


Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Masih belum hilang dari ingatan kita, ketika beberapa tahun lalu terjadi demo besar-besaran di berbagai negara Islam yang menuntut agar Salman Rusdi, seorang Kafir Murtad dari India dihukum mati/ digantung, karena ia menulis buku “The Satanic Verces (Ayat-ayat Setan)”, yang isinya menhina Nabi dan menghina Islam. Karena ketakutannya, maka ia lari dan bersembunyi serta dilindungi di Inggris. Anehnya beberapa bulan lalu, Pemerintah Inggris, justru memberikan gelar bangsawan kepadanya, yang kembali memicu demo/ protes di beberapa negara Islam kepada Pemerintah Inggris.

Kemudian, pada awal tahun 2002, Alquran dan Islam kembali dilecehkan dengan terbitnya buku “The True Qur’an (Al-Furqonul Haq/ Quran yang Sempurna)”, karangan Dr. Anis Soros, Seorang Orientalis Amerika.

Ternyata upaya orang-orang Kafir untuk melecehkan al-Quran dan Islam, tidak hanya berhenti sampai di situ. Tepatnya tanggal 28 Juli 2003 yang lalu, majalah “Newsweek”, memuat sebuah artikel yang ditulis oleh seorang akademisi Jerman bernama Christhop Luxenberg.

Semua tulisan itu pada intinya menjelek-jelekkan Islam, menjelek-jelekkan Nabi beserta para Sahabat dan menyatakan bahwa dalam Alquran yang ada sekarang ini sudah tidak asli lagi, tapi sudah ditambah dan dikurangi oleh Khalifah III (Utsman bin Affan ra).

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Jika kita jeli meneliti lebih jauh, berbagai upaya untuk menjelek-jelekkan Islam, menjelek-jelekkan Nabi beserta para Sahabat dan Alquran itu, bukanlah kegiatan yang berdiri sendiri, tetapi merupakan suatu kegiatan yang terencana dan sistematis yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam di berbagai belahan dunia ini, dalam upayanya untuk menghancurkan Islam dan Umatnya.
Oleh karenanya, sebagai umat Islam kita harus tahu bagaimanakah upaya itu mereka lakukan? Sehingga kita bisa menangkalnya.
Ada 2 skenario yang mereka lakukan untuk tujuan itu, yaitu:
  1. Mereka berupaya untuk menjauhkan Umat Islam dari Islam.
  2. Mereka berpaya menjauhkan Islam dari Umatnya.

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Lantas bagaimanakah hendaknya sikap kita Umat Islam terhadap Alquran, Sunnah/ Hadits dan Para Sahabat?

Sebagaimana kita maklum, bahwa sumber dari segala hukum Islam adalah Alquran dan Sunnah. Oleh karena itu meyakini kebenaran dan keaslian seluruh isi Alquran adalah muthlak bagi kita. Bila kita meragukan sebagian saja dari isi Alquran, berarti kita telah keluar atau Kafir dari Islam.

Kitapun harus yakin, bahwa Alquran itu adalah wahyu Alloh yang diturunkan kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW, untuk pedoman dan tuntunan hidup kita kapanpun dan di manapun kita berada.

Kepada mereka yang masih meragukan terhadap Alquran, perlu kita tantang mereka untuk membuatnya sebuah surah saja seperti Alquran, jika mereka bisa dan tak mungkin mereka akan bisa. Sebagaimana tantangan Alloh dalam QS. Albaqarah: 23.

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir".

Adapun sikap kita terhadap Hadits, sepanjang hadits tersebut shahih dalam periwayatan dan isinya tidak bertentangan dengan Alquran, maka kita harus yakin bahwa hadits itu benar dari Nabi Muhammad SAW dan menjadi sumber hukum Islam ke-2 setelah Alquran.

Sedangkan sikap kita terhadap para sahabat, kita harus yakin bahwa mereka adalah orang-orang yang benar dan jujur. Karena Alloh sendiri telah menyatakan hal itu dan telah menjanjikan kepada mereka surga di akherat kelak.

Dengan sikap seperti itu mudah-mudahan kita tidak mudah terkecoh oleh berbagai upaya yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam dan orang-orang yang membenci Islam, yang selalu berupaya dengan berbagai cara sistematis untuk menghancurkan Islam dan umatnya di manapaun dan sampai kapanpun.

Dengan demikian, semakin yakinlah kita akan kebenaran Alquran yang menyatakan:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar