DALYANA'S BLOG
My Life My Imagination My Opinion

Sabtu, 25 September 2010

RINGKASAN KHUTBAH JUMAT “BENDA-BENDA DAN KEKUATAN GHAIB” Oleh: Dalyana,.

Pendahuluan:

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Puji dan syukur, marilah kita panjatkan ke hadirat Alloh SWT, yang telah melimpahkan berbagai nikmat, taufiq dan hidayah kepada kita sekalian, sehingga saat ini kita masih dapat berkumpul dan menunaikan ibadah jumah di Masjid yang mulia ini. Sholawat dan salam, semoga tercurah ke haribaan Nabi Muhammad SAW, ahli keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mau mengikuti petunjuk beliau, hingga akhir jaman kelak.


Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Hingga saat ini, di tengah masyarakat kita, masih hidup subur kepercayaan, bahwa benda-benda tertentu, seperti: keris, tombak, cincin (batu akik), badik, mandau, tongkat, rajah dan benda-benda pusaka lainnya (terlebih lagi, yang termasuk benda-benda kuno atau peninggalan jaman dulu) itu, memiliki berbagai kekuatan ghoib atau kekuatan yang berada di luar jangkauan akal manusia.

Seperti sebuah keris atau mandau (parang) yang bisa terbang atau berjalan, bisa mengeluarkan cahaya aneh, bisa mengangkat telur, bisa murka bila tidak dibersihkan atau diberikan sesaji dan kekuatan-kekuatan ghoib atau kekuatan yang berada di luar jangkauan akal manusia lainnya. Kalau dulu, mungkin adanya kekuatan ghoib benda-benda tertentu itu, hanya kita dengar dari orang lain, atau berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, yang kenyataannya kita tidak pernah dapat melihatnya. Tetapi sekarang, melalui salah satu stasiun TV Swasta yang dikemas dalam acara Penampakan, kta dapat melihat dengan jelas tentang kenyataan itu. Apa lagi pada acara itu ditulis “Gambar ini asli, bukan rekayasa”.

Sehingga semakin tebal dan semakin suburlah kepercayaan masyarakat akan hal itu dan semakin mantablah orang – orang yang telah atau akan menggunakan benda-benda itu, sebagai tangkal atau azimat untuk: penolak balak, penambah kekebalan tubuh, aji pengasihan agar orang lain mencintai dan simpati padanya dan maksud-maksud lainnya.

Bahkan tidak sedikit, orang-orang yang berupaya untuk memburu benda-benda itu, meskipun mereka harus bersusah payah dan mengeluarkan biaya sampai jutaan bahkan sampai milyaran rupiah.

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Pertanyaannya adalah:
  1. Bagaimanakah kenyataan itu ditinjau dari hukum tabiat (sifat dan manfaat) benda-benda dan ditinjau dari hukum Islam (Quran dan Sunnah)
  2. Mengapa kenyataan seperti itu benar-benar bisa terjadi?
  3. Siapa yang berperan dan diuntungkan dalam peristiwa itu?
  4. Bagaimana hukumnya seorang Muslim atau Muslimah mempercayai dan menggunakan
  5. benda-benda itu sebagai tangkal atau azimat?

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Ditinjau dari hukum tabiat (sifat dan manfaat) benda-benda, tentu kita semua maklum, semua tahu, bahwa setiap benda dari yang paling kecil seperti atom misalnya itu memiliki tabiat (sifat/keistimewaan dan manfaat) masing-masing. Demikian pula air, udara, api, besi, batu dan lain-lain. Tetapi semua itu dapat kita pikirkan atau dapat kita jangkau dengan akal pikiran. Atom misalnya, punya kekuatan yang luar biasa ketika dibuat bom atom, batu, pasir, air dan semen dapat digunakan sebagai bahan bangunan, besi bisa untuk berbagai alat rumah tangga dan lainnya. Keris, tombak, mandau, badik dapat menyakiti atau mematikan bila ditusukkan pada seseorang. Akik bisa menambah pantas pemakainya. Tongkat bisa sebagai penunjuk jalan bagi orang buta atau penopang berdiri atau berjalan bagi orang yang lemah fisiknya dan bisa menyakiti orang yang dipukul dengannya. Adapun yang lain kiranya hadirin dapat menkiaskan dengannya.
Sekali lagi itu semua adalah tabiat benda-benda, yang dapat kita pikirkan dan dijelaskan oleh Alloh SWT dalam QS. Thaha : 50:
Musa berkata: "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang Telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, Kemudian memberinya petunjuk (Maksudnya: memberikan akal, instink (naluri) dan kodrat alamiyah untuk kelanjutan hidupnya masing-masing)

Adapun kekuatan ghoib atau yang di luar jangkauan akal pikiran manusia, seperti telah saya sebutkan di atas, meskipun benar-benar ada tetapi tidaklah termasuk dalam tabiat benda-benda tersebut. Sehingga jelas ada kekuatan lain dari luar benda-benda itu yang menyebabkan benda-benda tersebut memiliki kekuatan ghoib.

Lantas dari manakah asal kekuatan itu? Tentu saja kekuatan itu ditinjau dari sudut pandang Islam tiada lain berasal dari sandiwara (permainan atau tipu daya) syaitan semata-mata.

Kenapa bisa begitu? Sebab, sebagaimana kita maklum, bahwa semenjak Iblis diusir dari surga, sebagai akibat keengganan dan kesombongannya tidak mau sujud kepada Adam, maka ia dan anak keturunannya telah berjanji akan menggoda dan menjerumuskan Adam dan keturunannya, dengan berbagai cara dan dari berbagai arah guna mencari teman sebanyak-banyaknya di neraka kelak.

Nah, salah satu cara syaitan menggoda manusia itu adalah dengan cara menghidupsuburkan kepercayaan-kepercayaan manusia, terhadap tahayul, khurafat, pohon-pohon dan tempat-tempat angker (dianggap gawat), hantu dan termasuk di dalamnya pada kekuatan ghoib yang dimiliki benda-benda tertentu, sebagai mana telah saya sebutkan di muka.

Jelasnya, kalau kita melihat bahwa ada keris berjalan misalnya, maka syaitanlah sebenarnya yang menjalankannya, sementara syaitanya tidak nampak oleh mata kita. Demikian pula kalau ada orang karena memakai jimat tertentu, sehingga ia kebal, umpamanya, maka sebenarnya syaitan pulalah yang melindunginya. Demikian pula peristiwa-peristiwa ghoib lainnya, dapatlah kita qiaskan dengannya.

Lantas apa tujuannya? Tujuannya tiada lain adalah untuk menggelincirkan keimanan manusia, sehingga dengan mempercayai bahwa benda-benda tertentu itu memiliki kekuatan ghoib, berarti manusia tersebut telah terjerumus ke lembah Syirik atau menyekutukan Alloh.

Di mana syirik itu merupakan dosa yang paling besar dan tidak akan diampuni oleh Alloh SWT, sebagaimana firman-Nya dalam QS. An-Nisa: 48: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang
mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar”

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Lantas bagaimanakah hukumnya seorang muslim atau muslimat memakai tangkal atau azimat?

Dalam hal ini telah diceritakan oleh Umran bin Hushain ra. “Bahwa Rosululloh SAW pernah melihat di lengan seorang laki-laki, sebuah gelang azimat dari kuningan. Maka beliau bersabda kepadanya:

“Tanggalkan (lepaskan) lah gelang itu, sebab ia (gelang itu) tidak akan menambah (kekuatan bagi) mu, kecuali (justru malah menambah) kelemahan (mu). Dan apa bila kamu mati, sedangkan gelang itu masih di tanganmu, tentulah kamu tidak akan selamat selama-lamanya” (HR. Ahmad dan Hakim).

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dan Hakim, beliau bersabda: "Sesungguhnya jampi-jampian, tangkal (azimat) dan guna-guna itu adalah syirik” (HR. Ibnu Hibban dan Hakim)

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, beliau bersabda: “Barang siapa yang menggantungkantangkal ( azima), maka sesungguhnya ia telah menjadi musyrik” (HR. Ahmad).

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh!
Dari uraian di atas, maka marilah kita berhati-hati terhadap tipu daya syaitan, terutama dalam urusan benda-benda yang memiliki kekuatan ghoib, maupun tempat-tempat angker. Karena justru syaitan sangat berhasil dalam menggoda manusia, melalui jalan ini. Mungkin kita tetap sembahyang, mengaji dan melaksanakan ibadah lainnya, tetapi jika kita tertipu dalam masalah ini, maka berarti kita bisa terjerumus ke lembah syirik, na’udzubillahi mindzalika.

Maka kita harus selalu ingat akan pesan Alloh SWT dalam QS. Al-Baqarah : 168: "“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar