DALYANA'S BLOG
My Life My Imagination My Opinion

Jumat, 21 Januari 2011

BAGAIMANA KETIKA KITA MENGHADAPAI MASALAH DALAM PEKERJAAN?

  • Coba kita pikirkan bagaimanakah nasib Wortel, Telur dan Bukuk Kopi yang direbus di dalam air?
Ternyata pada ketiga macam benda tersebut masing - masing akan mengalami nasib yang berbeda, yakni sebagai berikut:

  1. Wortel, yang semula keras akan berubah menjadi empuk/lunak/lemah.
  2. Telur, yang semula isi/bagian dalamnya lunak/cair, akan berubah menjadi keras.
  3. Bubuk Kopi, ternyata tetap tidak berubah, masih tetap seperti bubuk kopi. Justru airnya yang berubah baik warna, bau  maupun rasanya. Air yang semula putih jernih tidak berbau, justru berubah menjadi coklat/ hitam seperti bubuk kopi. Baunya, yang semula tidak berbau, berubah menjadi harum seperti bau kopi. Demikian pula rasanya, yang semula tawar, berubah menjadi enak/ nikmat seperti rasa kopi. Bahkan, semakin panas airnya, bau dan rasanya akan semakin enak dan semakin nikmat.
  • Sekarang coba kita pikirkan tentang bagaimana pekerjaan kita?
Ingat bahwasanya pekerjaan kita itu kadang:
  1. Tidak selamanya mudah dan nyaman, bahkan kadang-kadang sangat susah dan sangat tidak nyaman.
  2. Kedaan tidak bisa berubah, seperti yang kita inginkan/ kita harapkan.
  3. Orang - orang di sekeliling kita, tidak memeperlakukan kita sebagaimana yang kita harapkan.
  4. Kita sudah bekerja keras, peras keringat, banting tulang, mengerahkan semua tenaga, pikiran, pengalaman dan kemampuan, tetapi hasilnya yang kita peroleh tidak memuaskan kita.
  • Nah, sekarang coba kita pikirkan bagaimana, jika kita menghadapi masalah dalam pekerjaan kita?
Air mendidih dalam kisah di atas, dapat kita ibaratkan sebagai masalah - masalah yang terjadi dalam pekerjaan kita. Sedangkan Wortel, Telur dan Bubuk Kopi, dapat diibaratkan kita. Artinya dalam menghadapi masalah-masalah dalam pekerjaan kita, kita bisa memilih apakah akan menjadi seperti wortel, telur atau seperti bubuk kopi.
  1. Jika menjadi seperti wortel, berarti kita maju menghadapi masalah itu dengan sekuat tenaga, tegas dan keras, tetapi kita akan keluar dengan lemah, lunglai, lelah, menyerah dengan keadan, kehilangan semangat dan hilang pula harapan. (Maka, janganlah kita menjadi seperti Wortel yang direbus).
  2. Jika menjadi seperti telur, berarti kita maju menghadapi masalah itu dengan hati yang tulus, ikhlash, sangat sensitif, tetapi akan berakhir dengan sangat egois, cuek, membenci orang lain dan membenci diri sendiri dan kehilangan kebanggaan pada diri kita sendiri. (Maka, usahakan janganlah kita menjadi seperti Telur yang direbus).
  3. Jika kita menjadi menjadi seperti bubuk kopi, berarti kita tidak larut dalam masalah. tetapi kita ubah masalah yang kita hadapi.
  • Kita buat sesuatu yang lebih baik dari tantangan atau masalah yang kita hadapi.
  • Kita berusaha untuk selalu belajar akan hal-hal yang baru, sehingga kita punya pengetahuan baru, ilmu baru & sklii/ keterampilan dan pengalaman baru.
  • Kita akan tumbuh bersama dengan pengalaman - pengalaman.
  • Kita buat sekeliling kita dan dunia menjadi lebih baik, lebih maju.
  • Untuk bisa berhasil, kita harus mau dan tidak segan-segan mencoba, mencoba dan terus mencoba lagi. Tidak usah takut gagal, sebab kegagalan adalah sukses/keberhasilan yang tertunda.
  • Kita harus percaya, bahwa apa yang kita kerjakan, kita tidak boleh menyerah, kita harus tetap sabar dan penuh semangat.
  • Percayalah bahwa masalah dan kesulitan yang kita hadapi, akan memberikan kesempatan kepada kita, untuk menjadi lebih baik, lebih kuat dan lebih mampu.
Oleh karenanya, jadilah diri kita seperti bubuk kopi. Yakinlah bahwa kita bisa, insya Alloh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar