DALYANA'S BLOG
My Life My Imagination My Opinion

Rabu, 16 Februari 2011

HUKUM UMAT ISLAM MEMPERINGATI "VALENTINS DAY ATAU HARI KASIH SAYANG"

A. Pendahuluan

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh,
Sebagaimana kita maklum, setiap tanggal 14 Pebruari, di beberapa tempat digelar berbagai acara atau sekedar saling memberikan hadih atau ucapan selamat "Valentins Day atau Hari Kasih Sayang". Tidak sedikit dari kalangan kita umat Islam, terutama generasi muda dan anak - anak kita, ikut - ikutan merayakannya. Padahal, mereka tidak tahu persis apa, mengapa dan bagaimana sebenarnya Valentins Day itu.

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh,
Nah, agar kita tahu persis tentang: (1) Apa sebenarnya Valentins Day itu? (2) Bagaimana tujuan dan Sejarahnya? (3) Bagaimana pengaruhnya terhadap generasi muda kita? (4) Bagaimana hukumnya Umat Islam yang ikut merayakannya? dan (5) Bagaimana cara kita mencegah agar diri kita, keluarga kita dan generasi muda kita, tidak mudah ikut-ikutan melakukan berbagai kegiatan yang dapat merusak keimanan dan akhlaq atau moral, seperti Valentins Day itu? Maka melalui khutbah jumah siang ini, saya akan mencoba menjawab 5 pertanyaan terkait dengan Valentins Day di atas.

B. I si Khutbah

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh,
Valentins Day ini, berawal dari suatu semboyan yang sederhana, yang nampaknya baik dan tidak bertentangan dengan Islam. Itu semua tentu sengaja dilakukan oleh orang - orang di luar Islam, dengan tujuan untuk meracuni dan merusak keimanan dan akhlaq Umat Islam, khususnya generasi muda Islam. Akibatnya, berkembanglah apa yang disebut dengan pacaran, saling memberi kartu ucapan selamat hari kasih sayang dan saling memberi hadiah atau cendera mata. Cendera mata itu biasanya berupa kado yang berbentuk Boneka Anak Kecil Bersayap, yang terbuat dari lilin atau coklat atau permen/kembang gula/bombon. Bahkan lebih jauh dari itu, bisa dilanjutkan dengan menyanyi dan menari atau berdansa bersama, saling berpelukan dan berciuman antara laki-laki dan perempuan bukan muukhrim dan bukan pula suami isteri. Bahkan ada yang berlanjut, sampai melakukan seks bebas, dengan alasan karena kasih sayang. Na'uu dzubillaahi mindzalika.

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh,
Tindakan tak bermoral dan menjijikkan itu, terjadi pada setiap tahun, tepatnya pada tanggal 14 Pebruari. Bagi para muda mudi, termasuk sebagian muda mudi Islam, tanggal itu sangat mereka tunggu-tunggu kehadirannya, sebagai moment untuk mecurahkan rasa kasih sayangnya pada sang kekasih pujaan hati. Sungguh amat keterlaluan kalau hanya demi kasih sayang, akhlaq dan moral tak mereka hiraukan, halal dan haram mereka abaikan.

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh,
Bagaimanakah sejarah asal mula Valentins Day itu?
Awalnya, pada abad III Masehi, berkuasalah seorang raja Romawi, yang bernama Claudus II Ghaticus, yang membuat suatu peraturan bahwa: "Untuk sementara para pemuda dilarang untuk menikah dulu, karena tenaga mereka sedang diperlukan oleh negara dalam medan pertempuran/peperangan yang waktu itu sedang berkecamuk". Nah saat itu ada seorang Pendeta bernama Santa Valentins, yang berani melanggar aturan Sang Raja, dengan menikahkan sepasang muda - mudi yang sedang kasmaran atau sedang menjalin cinta kasih. Tentu saja tindakan Pendeta itu membuat Sang Raja marah, sehingga tepat pada tanggal 14 Pebruari 269 M, sang Pendeta dihukum Pancung/ Dipenggal Lehernya, hingga wafat. Meskipun tindakan Pendeta itu dianggap salah oleh Sang Raja, namun dibenarkan oleh Pihak Gereja, karena dengan tindakannya itu, ia dianggap telah melindungi orang-orang yang sedang bercinta atau sedang menjalin kasih sayang. Lantas, untuk menghormati jasanya, maka Oleh pihak Gereja Pendeta Santa Valentins dinobatkan sebagai Pahlawan atau Bapak Kasih Sayang. Selanjutnya untuk mengenang perjuangan Pendeta Santa Valentins itu, Paus Santo Paulus I membangun sebuah monumen, sehingga setiap tanggal 14 Pebruari, oleh Umat Nasrani diperingati sebagai "Hari Kasih Sayang" atau "Valentins Day". Di samping itu, Valentins Day ini juga merupakan warisan budaya Romawi Kuno, yakni berupa Upacara Pemujaan terhadap Dua Dewa Besar, yang bernama Dewa Lupercus (Dewa kesuburan padang rumput dan ternak) dan Dewa Faunus (Dewa Alam Semesta). Upacara itu dilakukan setiap tanggal 15 Pebruari, pada masa pemerintahan Kaisar Caustantius sebagai raja Romawi pertama yang memeluk agama Nasrani.

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh,
Bagaimanakah kala itu mereka melaksanakan upacara Pemujaan 2 Dewa tersebut?
Upacara diawali dengan penyembelihan hewan ternak berupa kambing atau anjing, kemudian darah dan pisaunya dioleskan pada dahi para pemuda dan pemudi yang hadir dalam upacara tersebut. Selanjutnya dibuatlah banyak cambuk dari kulit hewan tersebut untuk dibawa para pemuda sambil mengelilingi Bukit Falatine. Oleh para pemuda, cambuk-cambuk itu digunakan untuk mencambuk para wanita yang ditemui di mana saja. Anehnya justru para wanita yang terkena cambukan dari para pemuda malah merasa senang, karena dianggap cambukan itu membawa berkah, berupa kesuburan bagi para wanita.

Akhirnya, pada abad V Masehi, tepatnya pada tahun 484 M, kebudayaan itu diadobsi oleh pihak Gereja menjadi Upacara Penyucian Diri Secara Umum.  Selanjutnya, oleh Paus Galasium I, upacara itu ditetapkan sebagai "Peringatan Hari Kasih Sayang/ Valentins Day" dengan mengubah tanggal dari 15 menjadi tanggal 14 Pebruari, bertepatan dengan peristiwa digantungnya seorang Pendeta Santo Valentine yang dianggap bersalah oleh Raja Claudius II Ghaticus, karena ia berani melanggar larangannya dengan menikahkan dua pasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta.

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh,
Dengan memperhatikan Sejarah Singkat dan Bagaimana pelaksanaan Valentines Day (Hari Kasih Sayang) dari sejak awal hingga sekarang ini, semestinya yang memperingati atau merayakan Valentines Day (Hari Kasih Sayang) itu hanyalah umat Nasrani. Sedangkan bagi kita umat Islam haram hukumnya ikut-ikutan merayakannya.

Kenapa demikian?
  1. Perbuatan itu dapat digolongkan ke dalam perbuatan Bid'ah Dlolalah (yakni: suatu peribadatan yang tidak ada dasar hukumnya dari Alquran dan Sunnah). Sedangkan Islam melarang kita melakukan perbuatan itu, sebagaimana Sabda beliau: "Dan sebaik-baik keterangan itu adalah Kitabullah (Alquran) dan sebaik-baik petunjuk (contoh) itu adalah petunjuk (contoh) Nabi Muhammad SAW (Hadits dan Riwayat yang shohih/terpercaya) dan seburuk-buruk perkara (peribadatan) itu adalah yang diada-adakan (bi'ah). Setiap bi'ah itu sesat dan setiap kesesatan itu tempat yang layak di neraka" (HR. Muslim). Di samping itu, kita harus yakin bahwa Islam inilah jalan yang lurus, sehingga tidak perlu mengikuti jalan atau peribadatan atau tata cara agama lain, karena kita akan bisa tersesat karenanya. Sebagaimana Alloh berfirman dalam QS. Al-An'am: 153: "Dan bahwasanya (Islam) inilah jalan yang lurus, maka ikutilah ia. Dan janganlah kamu mengikuti jalan lain, (karena jika kamu mengikuti jalan lain selain Islam), maka kamu akan terpisah dari jalan Alloh (tersesat}"  Sejalan dengan itu Nabi Muhammad SAW juga melarang dengan tegas, kita mengikuti tata cara, peribadatan, perilaku dan kaum kafir. sebagaimana beliau bersabda: "Tidak termasuk golonganku, orang-orang (Islam) yang menyerupai suatau kaum (yang kafir)' (HR. Turmudzi).
  2. Apa lagi jika dilaksanakan dengan nyanyi-nyanyian dan tari-tarian atau dansa dengan berpasang-pasangan, cerpelukan dan berciuman antara laki-laki dan wanita yang bukan mukhrim dan bukan pula suami istri, maka tentu perbuatan tersebut termasuk perbuatan yang mendekati zina, yang sangat dilarang oleh Alloh melalui firman-Nya: "Dan janganlah kamu mendekati zina...". Nah logikanya, kalau mendekati zina saja dilarang, apa lagi kalau sampai melakukannya, tentu sangat-sangat dilarang.

Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh,
Setelah kita mengetahui sejarah singkat, tata cara pelaksanaan, akibat dan bagaiman hukum bagi Umat Islam ikut-ikutan merayakan Valentines Day (Hari Kasih Sayang), maka selanjutnya apa yang mesti kita lakukan?
  1. Kita harus berusaha untuk menjaga diri dan keluarga kita masing-masing agar tidak ikut-ikutan merayakannya, setidaknya di masa - masa yang akan datang. Sebab Alloh berfirman:"Dan jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka"  
  2. Bagi kita yang kemarin-kemarin sudah terlanjur ikut merayakannya, maka segeralah bertogat dan mohon ampun kepada Alloh SWT atas kesalahan yangtelah kita lakukan dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang. Insya Alloh jika itu kita lakukan, kita akan mendapat ampunan -Nya. Karena Alloh berfirman:"Sesungguhnya Alloh itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
  3. Kita harus berupaya agar tidak mudah ikut-ikutan melakukan sesuatu perbuatan atau peribadatan, yang belum jelas duduk masalahnya, bila ditinjau dari sudut pandang atau hukum Islam.


C. Penutup
Hadirin Jamaah Jumah Rohiemakumulloh,
Demikianlah khutbah siang ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita sekalian. Amien, yaa Robbal 'Alamien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar